TIPS WISATA KE TAMAN NASIONAL KUTAI : MELIHAT DAN BERTEMU ORANGUTAN YANG EKSOTIK!

August 31, 2020

Sudah sekian lama kita membatasi diri kini saatnya memulai era Adaptasi Kebiasaan Baru atau yang biasa disebut dengan masa New Normal. Bepergian pun perlahan kembali menjadi aktivitas kita sehari-hari karena ditunjang dengan transportasi publik yang sudah aman dan memadai, tak luput untuk bepergian ke tempat yang sudah ingin kita kunjungi tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku walaupun peraturan pembatasan sosial berskala besar sudah mulai dilonggarkan.

Orangutan di Balai Taman Nasional Kutai -- sumber :  https://gpswisataindonesia.info/

Buat kalian yang masih bingung mau kemana, gw coba rekomendasikan satu tempat yang seru buat didatengin. Untuk tujuan domestik, biar anti mainstream yuk coba kunjungi Taman Nasional. Pengalaman berbeda banget akan kalian dapatkan dengan mengunjungi Taman Nasional. Pasti udah kangen dong berwisata ke alam sambil  melihat hutan dan 'yang ijo-ijo' bikin seger mata dan pikiran. Sekalian menambah bucket list kalian untuk bisa melihat langsung primata endemik Indonesia, yaitu Orangutan. Wah kok bisa?

Balai Taman Nasional Kutai - Sangkimah dari atas -- sumber tnkutai.org

Lokasinya ada di Balai Nasional Taman Nasional Kutai di Sangatta Selatan, Kab. Kutai Timur dan Bontang, Kalimantan Timur. Lokasi Balai Nasional Taman Nasional Kutai ini bisa dibilang unik karena berada di dua wilayah sekaligus yakni, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang dengan luas daerah 198.629 hA. Balai Nasional Taman Nasional Kutai ini merupakan satu-satunya taman nasional yang berlokasi di Kalimantan Timur loh gengs. 

Balai Taman Nasional Kutai -- sumber : https://suetoclub.wordpress.com/

Untuk menuju Kawasan Balai Taman Nasional Kutai Ini, dari Balikpapan – Samarinda sekitar 2,5 jam dengan kendaraan darat roda empat, kemudian dilanjutkan ke Bontang sekitar 3 jam. Bontang-Teluk Kaba dengan menggunakan speed boat sekitar 30 menit. Selain itu antara Bontang-Sangatta terdapat jalan raya membelah taman nasional. 

Balai Taman Nasional Kutai telah menjadi wilayah konservasi atau hutan persediaan (hutan simpan) sejak zaman Pemerintah Belanda. Saat itu Pemerintah Kerajaan Kutai juga menetapkan wilayah ini sebagai Suaka Margasatwa Kutai yang berlanjut hingga kemasa Pemerintahan NKRI. Pada awal tahun 1900-an, luas wilayah konservasi ini berkurang untuk perkembangan PT Pupuk Kaltim dan Kota Bontang.

Peta Balai Taman Nasional Kutai -- sumber : https://gpswisataindonesia.info/

Kawasan ini merupakan habitat penting dari berbagai jenis flora dan fauna langka, dikutip dari TAMAN NASIONAL KUTAI tepatnya ada sekitar 10,000 jenis flora, dengan 1,000 lebih yang sudah terindetifikasi termasuk didalamnya meliputi tumbuhan hias, tanaman obat, tumbuhan bakau, cemara laut, tancang, simpur, benuang, meranti, kapur, berbagai jenis anggrek, kapur, pohon ulin, dan tiga jenis bunga raflesia.

Pohon Ulin terbesar di Dunia ada di TNK -- sumber : https://mmc.kalteng.go.id/

    Rimbunnya hutan kalimantan di TNK -- sumber : travellers.id


Potret Kijang Kecil -- sumber : biologiedukasi.com

Terdapat juga 80 jenis mamalia meliputi orangutan, bekantan, owa kalimantan, beruk, kera ekor panjang, dan kukang. Ada juga jenis ungulata seperti rusa sambar, kancil, kijang, dan banteng. Selain itu, beberapa jenis karnivora seperti elang laut perut putih, beruang madu, pergam raja dan hijau, bangau tong tong, beo emas, ayam hutan, dan pecuk ular asia.

Orangutan Kalimantan melirik kamera -- sumber : Natgeo 

Balai Taman Nasional KutaI juga merupakan hutan basah yang khususnya menjadi 'rumah' bagi primata endemik Kalimantan, yakni Orangutan dan Bekantan ini gengs. Jenis orangutan yang hidup di Taman Nasional Kutai adalah Pongo pgmaeus morio, dimana jenis ini merupakan sub spesies dari orangutan Kalimantan (Pongo pygameus). Sama halnya dengan Bekantan (Nasalis Larvatus Wurmb) yang juga hanya hidup di di pulau Borneo.

Potret Bekantan di atas Pohon -- sumber : rimbakita.com

Dikutip dari website KSDAE MENLHK, dengan lokasi seluas 198.629 hA ini, kita bisa memilih untuk pergi ke berbagai pilihan tempat konservasi di dalam kawasan Balai Taman Nasioanl Kutai, antara lain : 

Bontang Mangrove Park (BMP), Bertualang di tengah Kota

Bontang Mangrove Park, atau yang lebih populer dengan BMP, dibangun dengan konsep Conservation, Education and Adventure.  Menyajikan potensi alam berupa hamparan ekosistem mangrove indah dengan keanekaragaman jenis vegetasi dan satwa di dalamnya. Kesejukan alam dan letaknya yang startegis karena berada di tengah Kota Bontang, menjadikan BMP sebagai tempat yang tepat untuk refreshing dan meghilangkan penat dan kejenuhan.

Sepanjang waktu dari pagi sampai sore, merupakan momen terbaik untuk kunjungan wisata ke BMP tergantung tujuan masing-masing pengunjung.  Sunrise, dapat dinikmati dari boardwalk dengan view yang menghadap ke laut-Selat Makassar dan dari Menara pandang. Sunset dan view lampu dari pabrik yang terdapat diseberang BMP, juga menjadi momen favorit para pemburu gambar. Siang hari dimanfaatkan oleh para pelajar untuk mengetahui keanekaragaman hayati hutan mangrove dan ekosistemnya. Pada saat surut terendah, pengunjung dapat menyaksikan barisan ikan-ikan kecil yang memenuhi areal terbuka disepanjang boarwalk. 

Menara pandang dengan tinggi 20 m, yang dapat difungsikan sebagai sarana “bird watching”. Dari Menara pandang, tersaji  hamparan ekosistem mangrove, view Kota Bontang dan kawasan industry PT.Pupuk Kaltim. Pada pagi dan sore hari, Menara Pandang merupakan hotspot terbaik untuk mendapatkan gambar sunset dan sunrise.

Bontang Mangrove Park -- sumber : https://www.djkn.kemenkeu.go.id/

Prevab Mentoko, Kemewahan Pengalaman di Rimba Belantara

Menuju kawasan yang merupakan habitat orangutan asli tersebut, tidak sesulit yang dibayangkan oleh banyak orang karena ditempuh dengan berperahu disepanjang Sungai selama 30 menit dari Kota Sangatta. 

Orangutan di Prevab Mentoko -- sumber : https://www.kabarbetang.com/

Di sepanjang perjalanan, pengunjung sudah disuguhi pemandangan hutan alam dengan berbagai  jenis satwa penghuninya. Tak jarang, kalau beruntung pada beberapa titik pengunjung dapat menyaksikan secara langsung orangutan yang sedang beraktifitas di atas pohon di tepi sungai. Mendapatkan kemewahan pengalaman di sepanjang perjalanan sungai, menjadikan waktu  30 menit menjadi sangat singkat dan tidak cukup untuk mendapatkan lebih banyak lagi.

Prevab Mentoko -- sumber : https://indonesianholic.com/

Mengamati orangutan liar secara langsung di alam, merupakan keberuntungan dan kemewahan pengalaman bagi siapa saja yang mengalaminya. Sensasinya sangat berbeda dengan pengamatan orangutan yang ada di kebun binatang atau pusat rehabilitasi. Untuk melihat orangutan di kebun binatang, anda cukup membayar tiket masuk, sudah dapat menemukan orangutan dengan mudah. Namun berbeda dengan orangutan liar. Orangutan liar cenderung menghindar dari manusia, sebagaimana satwa liar lainnya yang takut bertemu dengan manusia.

Tips persiapan jalan-jalan ke Balai Nasional Taman Nasional Kutai :

 - Pastikan Diri Sehat dan Mematuhi Protokol Kesehatan

Walaupun sudah memasuki masa PSBB Transisi seperti saat tulisan ini dibuat, tapi kita mesti tetap harus waspada dan selalu memastikan diri kita selalu sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti membawa masker serta masket cadangan, membawa hand sanitizer, rajin mencuci tangan bila ada tersedia wastafel dan sabun di mana pun berada. Kita tentu tetap ingin jalan-jalan dengan kondisi sehat dan selamat kan hehe

- Buat Itinerary Simpel

Itinerary akan membantu kalian dalam liburan, layaknya kompas jadi kalian setidaknya sudah tahu mau kemana saja selama liburan. Bisa berbentuk poin simpel, atau detail dengan jadwal serta jam kunjungan akan mempermudah selama di sana. Tambahkan budget pengeluaran juga kalau perlu jadi pengeluaran kalian juga akan tetap terkontrol.

- Bawa Perlengkapan

Selama di Kalimantan tentu kalian harus mempersiapkan perlengkapan yang sekiranya akan dibutuhkan dan mempermudah kalian, seperti bawa masker, hand sanitizer, dll dan juga membawa perlengkapan mandi sendiri, lotion pengusir nyamuk, senter, lakban, gunting, sunblock, perlengkapan P3K simpel dan obat-obatan yang diperlukan

- Bawa Bekal

Tak ada salahnya menyiapkan cemilan dan makanan instan ringan selama menjelajah Balai Taman Nasional Kutai. Persiapkan juga uang cash karena akan susah sekali menemukan ATM setibanya di sana. Jangan lupa untuk buang sampah pada tempatnya juga ya gengs jangan mengotori kawasan


Sudah siap untuk liburan seru antiamainstream sambil menjelajah keindahan Balai Taman Nasional Kutai? Persiapkan diri kalian, pastikan kalian dalam keadaan fit dan sehat sebelum memulai perjalanan. Tak lupa juga selalu jalankan protokol kesehatan yang berlaku untuk keamanan dan kenyamanan kita semua. 

Selamat semangat jalan-jalan, stay safe and healthy ya gengs!


 


You Might Also Like

15 Comments

  1. Nice tips Mas Decky... jangan lupa bawa losion antinyamuk juga ya soalnya mengantisipasi nyamuk2 hutan di Taman Nasional Kutai ya. Btw di tempatku kalau mau lihat kehidupan alam liar Orang Utan di Bukit Lawang (Sumatera Utara), bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser juga.

    ReplyDelete
  2. Wah keren banget, banyak banget pasti hewan liar yang tinggal di taman nasional ini yaaa..Aku baru denger tentang taman nasioanl kutai ini, Indonesia tuh emang kaya banget sama hutan dan beragam flora dan fauna yaaa.. Semoga suatu saat diizinkan mampir juga ah ke Taman Nasional Kutai iniii. Makasi infonya yaaa

    ReplyDelete
  3. suka banget! Aku ke hutan itu Tahura di Djuanda Bandung apalagi mau ke Taman Nasional Kutai ini yg indah banget, semoga terus terjaga kelestariannya dari flora dan faunanya ya

    ReplyDelete
  4. wah kak seru banget sih berkunjung ke hutan saya suka banget, sayangnya saya baru ke Tanjung Puting yang ke Kutai belum pernah lihat dan berkunjung, sama kah jenis orang utannya dengan yang di Tanjung Puting atau beda ya

    ReplyDelete
  5. Diameter pohon ulin besar juga ya pantas saja jadi pohon ulin terbesar di dunia. Di Taman Nasional Kutai ada bunag reflesia juga ya ternyata. Lucu banget orangutannya, semoga selalu bisa dilestarikan

    ReplyDelete
  6. Keren banget ini foto-fotonya. Jadi pengen ke Kutai. Selama ini cuma liat Bekantan dari gambar aja soalnya. 😭
    Semoga ada kesempatan bisa ke sana. Amien.

    ReplyDelete
  7. Waah ini sih jalan-jalan yang bakal bikin happy bercampur pengalaman baru, bolehlah aku jadiin wishlist, semoga someday kalau pandemi ini udah berakhir, aku bisa menyambangi Taman Nasional Kutai, aamiin

    ReplyDelete
  8. Udah lama nggak ke hutan nih. Lihat ini jadi tambah kangen main di hutan.

    ReplyDelete
  9. Woww keren abnget tempatnya, aku belum pernah mampir ke hutan ini. Semoga ada kesempatan untuk bisa mampir ke hutan ini :)

    ReplyDelete
  10. Aku belum pernah main ke taman nasional begini. Lihat foto-fotonya aja aku bisa merasakan segarnya udara di sana. Senangnya!

    ReplyDelete
  11. Indonesia kaya banget lho punya 50 Taman Nasional dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah. 1 lagi yg harus diperhatikan juga jangan lupa simaksi ya bagi yg mau masuk kawasan. Hehehe. Berbanggalah tinggal di Indonesia punya banyak kawasan konservasinya 😊

    ReplyDelete
  12. Duh Kutai ..kapan ya aku bisa nyampe kesini..secara tempatnya emang eksotis banget...bisa lihat satwa yang sudah langka juga...Kantor balainya unik juga ya dilihat dari atas..

    ReplyDelete
  13. Kalo dengar kata Kutai langsung teringat pelajaran sejarah waktu SD, termasuk salah satu tempat yang ingin ku kunjungi juga deh.

    ReplyDelete
  14. Cita citaku suatu saat kesini
    Saya akan mengajak anak
    Kalau dulu ke Sebangau aja

    ReplyDelete
  15. Salah satu "bencana" yang tengah berlangsung di Kalimantan adalah penghancuran hutan untuk diubah menjadi kebun kelapa sawit. Ini harus jadi perhatian kita bersama, bahwa hancurnya hutan, bukan hanya hilangnya pepohonan, tapi juga musnahnya semua kehidupan satwa yang hidup di hutan tersebut. Stop keserakahan.

    ReplyDelete