facebook linkedin twitter youtube

Jelajah Bareng Decky

cuss jalan!

    • Home
    • Travel
    • ITINERARY
    • Lantéh
    • Event
    • Contact

     Halo gengs!

    Kembali fitri setelah idul fitri. Mohon maaf lahir batin ya buat semua temen-temen onlineku! Buat persiapaan lebaran kemarin selain beli baju baru dan ngasih THR buat ponakan, gw juga tak melupakan untuk merawat diri biar makin cerah, bersih, dan cakep nih. Gw pun nyetok skin care baru salah satunya adalah iseng mau nyobain produk barunya dari Scarlett yang gw juga belum pernah pakai sebelumnya.




    Review SCARLETT  Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

    Sebenarnya gw masih belum familiar dengan produk gel mask seperti ini, tapi gw sempat lihat ada video tiktok yang bahas tentang manfaat gel mask untuk wajah gw pun akhirnya kepincut juga buat mencoba! Nah kali ini gw langsung purchase 2 produk Scarlett Gel mask sekaligus : ada Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel mask.

    Kali ini gw akan mengulas pengalaman pribadi gw menggunakan kedua produk gel mask dari Scarlett ini dan masuk daftar skincare routine versi gw hehe



    1. KEMASAN

    Kedua varian ini memiliki kemasan jar yang sama. perbedaan terletak di warna saja. Herbalism Mugwort Mask memiliki warna dominan putih dan hijau pastel dan Seriously Soothing & Hydrating Gel mask dengan warna putih pink. Di sisi kemasan terdapat cara penggunaan, label stiker hologram dengan barcode beserta angka berbeda-beda ditiap produk Scarlett nih gengs. 

    Kalian bisa melakukan verifikasi nomor barcode terhadap produk yang kalian terima dengan mengunjungi laman https://verify.scarlettwhitening.com lalu isi data dan masukkan masukan kode yang tertulis di bawah QR Code.

    keduanya memiliki bobot 100 gr, cocok banget dibawa kemana-mana karena praktis. Ketika lid jar dibuka, terdapat inner lid agar produk tidak gampang tumpah dan bocor serta terdapat pula bonus mini spatula untuk mengambil isi gel mask agar lebih mudah.


    2. KANDUNGAN


    Scarlett Herbalism Mugwort Mask 
    Sesuai namanya, Herbalism Mugwort Mask mengandalkan ekstrak Mugwort sebagai hero ingredients-nya gengs. Adakan diantara kalian yang tahu apa itu Mugwort?

    Dikutip dari hallosehat.com, Mugwort dinilai berkhasiat bagi kulit berkat kandungan senyawa antibakteri, antijamur, dan antiradang di dalamnya. Tanaman ini juga mengandung berbagai jenis vitamin dan antioksidan yang dapat memperkuat lapisan pelindung kulit.

    Ekstrak Mugwort juga mengandung Vitamin E yang bermanfaat untuk menghidrasi serta menenangkan kulit. Selain itu ekstrak Mugwort juga bersifat anti inflamasi yang membantu meredakan peradangan, contohnya pada kulit berjerawat. 





    Tak hanya itu, Scarlett Herbalism Mugwort Mask juga diperkaya dengan beberapa kandungan lain, yaitu :
    • Chlorophyllin, zat hijau alami pada tumbuhan yang berfungsi sebagai anti inflamasi dan anti bakteri;
    • Bamboo Charcoal, sebagai natural exfoliator yang membantu mengangkat sel kulit mati;
    • Green Tea Powder, bermanfaat mengurangi tanda-tanda penuaan kulit, mengontrol kadar minyak dan mengatasi bakteri penyebab jerawat;
    • Gluthatione, yang bemanfaat untuk mencerahkan dan menjaga kelembaban kulit;
    • Niacinamide, yang bermanfaat memudarkan bekas jerawat, menyamarkan penampakan pori-pori serta membantu mengontrol produksi minyak di wajah;
    • Allantoin, untuk menghidrasi dan menghaluskan kulit;
    • Salicylic Acid, untuk merawat kulit berjerawat;
    • Galactosyl Salicylate antiseborrheic yang memiliki sifat hydrating (melembabkan);
    • Vitamin C, yang membantu menyamarkan hiperpigmentasi, mecerahkan kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan;
    • Selanjutnya yang mau gw bahas juga adalah tekstur dan aromanya. Untuk teksturnya cukup solid mirip seperti clay mask dengan warnanya hijau keabu-abuan. Untuk aroma menurut aku sih aromanya natural banget, gw mencium seperti campuran aroma teh hijau, bambu, herbal gitu.


    Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

    Lanjut ke varian selanjutnya yang dari namanya saja udah unik dan meyakinkan nih, Selain fungsi melembabkan, gel maskernya juga memiliki kandungan bahan yang tidak biasa, selain ada juga Allantoin, Niacinamide, terdapat pula kandungan :

    • Grape Fruit Water, 
    • Ginseng Extract, 
    • Centella Asiatica, 
    • Rose Flower Water.



    Dan dari kesemua key ingredients itu, yang paling menarik perhatian saya adalah kandungan seven berry extract. Apa saja sih tujuh buah berries yang yang dipakai? 
    • Acai berry, yang membantu memperlambat tanda penuaan pada kulit kita
    • Blackberry, yang bermanfaat menghidrasi kulit
    • Blackcurrant, yang berfungsi untuk meredakan peradangan (anti-inflamasi)
    • Blueberry, yang kaya anti oksidan sekaligus menangkal radikal bebas
    • Cranberry, yang membantu proses mencerahkan kulit, membuat tampilan kulit lebih glowing
    • Raspberry, yang bisa meningkatkan produksi kolagen
    • Strawberry, yang merupakan mild eksfoliator yang bisa membantu mengangkat sel kulit mati. 

    Lanjut ke tekstur dan aroma, tekstur Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask ini berbeda karena lebih lembut dan ringan seperti gel. Kaget juga kirain warnanya pink tapi ternyata berwarna orange pekat, untuk segi aroma, tidak memilki aroma khas seperti varian sebelumnya, aromanya lembut dan tidak terlalu tajam. 

    3. CARA MENGGUNAKAN


    Kedua varian gel mask ini terbilang sama, cukup nyaman juga digunakan setiap hari. Kalau saya sendiri sering menggunakannya di malam hari sebelum tidur setelah membersihkan wajah dengan face wash dari Scarlett.



    Gw biasanya mengambil gel mask menggunakan mini spatula dan mulai mengoleskannya ke seluruh permukaan wajah secara merata, tunggu sekitar 15-20 menit sampai kering, mulai terasa juga sensasi dingin dari maskernya nih, biasanya juga gw sambil melakukan aktivitas lain, bisa sambil kerja atau sambil nonton gitu. Setelah itu tinggal bilas deh.





    4. KESIMPULAN


    Cowok juga harus pinter ngerawat diri, apalagi wajah. kan istilahnya aset penting nih hehe kalau bukan kita yang ngerawat ya mau siapa lagi? Gw juga mulai mengatur jadwal setiap pagi dan malam untuk mulai rajin pakai skin care kaya gini.

    Dengan sejuta manfaat dan keunggulan tadi, Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask masing-masing harganya terjangkau, cuma Rp 75.000! Pas banget buat cowo kaya gw yang lagi nyari face care murah meriah berkualitas yang ngga bikin kantong bolong. 




    Cowok juga harus pinter ngerawat diri, apalagi wajah. kan istilahnya aset penting nih hehe kalau bukan kita yang ngerawat ya mau siapa lagi? Gw juga mulai mengatur jadwal setiap pagi dan malam untuk mulai rajin pakai skin care kaya gini. Hal baru yang bikin gw seneng sama hasilnya jadi makin termovitasi.




    Buat kalian yang mau order, atau masih mau tanya-tanya tentang produk Scarlett, kalian bisa menghubungi Scarlett melalui :

    WA : 0877-0035-3000

    Line : @scarlett_whitening

    Instagram : @scarlett_whitening

    Shopee : scarlett_whitening



    Continue Reading


    Gak kerasa sudah 2 tahun ini kehidupan kita berangsur berubah karena pandemi. Kita dituntut untuk bisa beradaptasi sama perubahan-perubahan ini.  Semenjak pandemi banyak aktivitas yang kita habiskan di rumah aja, termasuk gw juga. Munculah istilah work from home yang memaksa gw untuk nggak ke kantor dan bekerja dari rumah.

    Banyak hal yang gw lakuin selama di rumah aja, jujur gw malah menikmatinya. Buat yang kenal gw, pasti menyangkal banget karena gw anaknya emang mobile banget - ke sana ke mari ngga kenal lelah. LOL Mungkin jiwa introvert gw yang bikin gw nyaman walaupun nggak bisa kemana-mana, karena banyak hal yang bisa gw lakuin selama di kos aja - baca buku, nonton film, hingga menyelesaikan banyak tulisan yang selama ini ada di draft. 

    Di momen pandemi ini juga, gw menghabiskan banyak waktu di socmed untuk share mengenai pandemi dan transportasi umum. Sejak April 2020 lalu gw bergabung menjadi bagian dari TRANSMATE, komunitas/sahabat/partner dari Kementerian Perhubungan (KEMENHUB) Republik Indonesia dalam memberikan pemahaman, edukasi, dan insight positif kepada masyarakat terkait sektor transportasi Indonesia. 

    Sebagai bagian dari Transmate 20, tahun ini gw diberikan kesempatan untuk mengikuti TRANSMATE JOURNEY, salah satu program tahunan Transmate yang bertujuan untuk meliput secara langsung mengenai infrastruktur konektivitas, distribusi logistik, serta destinasi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP).



    TRANSMATE JOURNEY kemudian dibagi menjadi 2 batch, salah satu nya adalah PONTIANAK yang menjadi destinasi tujuan gw dan Mardiah selama 5 hari dari 22 Oktober - 26 Oktober 2021.

    ADA APA DI PONTIANAK?

    Buat yang belum tahu, gw juga orang Kalimantan. Mungkin bikin sebagian orang berpikir  kenapa gw mau ikut Transmate Journey yang tujuannya juga ke Kalimantan?



    Walaupun gw juga berasal dari Kalimantan (Kaltim) mendapatkan kesempatan untuk pergi menjelajah wilayah Kalimantan lain merupakan hal yang gw inginkan banget dari dulu! Selain Kaltim tempat gw dilahirkan, gw cuma pernah mengunjungi Kalimantan Selatan (karena ada keluarga di sana). Perjalanan ke Kalsel dari Kaltim waktu itu gw tempuh via darat dan menyeberang ferry total waktu yang dihabiskan dijalan adalah selama 18 jam. Jujur gw kangen kehidupan road trip kaya gini karena sedari kecil, orang tua gw berdomisili di kota Marang Kayu dan gw tinggal bersama kakak-kakak gw di kota Tenggarong yang jaraknya sekitar 5 jam perjalanan darat. Kehidupan gw dulu sering dihabiskan di jalan hehe

    Wajar aja karena akses ke sesama provinsi di Kalimantan itu susah jadi ketika ada kesempatannya, ayok banget!

    Setelah mendapatkan info tentang tujuan Transmate Journey 2021, aku dan Mardiah pun melakukan persiapan antara lain membuat itinerary dan menentukan akan meliput dan membahas transportasi apa saja yang ada di Pontianak dan berberapa kota lain di Kalimantan Barat. 

    Banyak banget yang bisa dikunjungi di Provinsi seribu sungai ini. Tapi berberapa teman memang menyarankan untuk menikmati wisata dan kulinernya yang udah tenar! Selengkapnya akan gw bahas di postingan berbeda ya, gengs.

    KONEKTIVITAS TRANSPORTASI DI KALIMANTAN BARAT

    Sehari sebelumnya, kami melakukan tes PCR sebagai syarat terbang dari bandara Soekarno Hatta (wilayah Jawa) ke Kalimantan Barat. Beruntung kami mendapatkan harga khusus dari maskapai Batik Air jadi PCR tidak semahal harga diluar. Perjalanan ke Kalimantan Barat kami tempuh menumpang Batik Air ID-6221 yang bertolak ke Bandar Udara Supadio Pontianak pukul 14.00 WIB dan tiba pukul 15.40 WIB. 





    SELAMAT DATANG DI KALIMANTAN BARAT!

    Jujur gw cukup terkejut karena penerbangan ke Pontianak hanya memakan waktu 1 jam lebih saja, terbilang cukup dekat dibandingkan penerbangan ke Balikpapan yang biasanya aku tempuh selama 2 jam jika pulang kampung. 

    Setelah mendarat kami diwajibkan untuk mengisi e-hac di aplikasi pedulilindungi, setelah itu petugas bandara akan melakukan verifikasi QR-Code. Saat mengantri untuk mengambil bagasi, aku cukup terkesima dengan desain interior bandara memakai corak yang terdiri dari beberapa instrumen budaya lokal. Misalnya menggabungkan konteks budaya China, Melayu, dan Dayak. terdapat juga oornamen motif ulir yang ada di sekitar atap Bandara Supadio. Ditambah ada lukisan yang menggambarkan tentang keberagaman masyarakat yang ada di Kalimantan Barat. 


    BANDARA INTERNASIONAL SUPADIO (PNK), PONTIANAK


    Bandara yang menjadi gerbang utama Kalimantan Barat via udara ini selesai direnovasi dan menambah terminal baru di akhir 2017.  Jaraknya dari Kota Pontianak adalah 17 km sebelah selatan. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Bandar Udara Internasional Supadio sudah memiliki bangunan terminal baru dengan luas 32.000 m² berkapasitas 4 juta penumpang per tahun. 

    Saat ini, runway memiliki panjang 2.250x45 meter. kedepannya, runway bandar udara Supadio akan diperpanjang lagi menjadi 3.000×60 Meter yang dapat menampung pesawat Airbus A330 dan Boeing 777.


    Bandar Udara Supadio melayani rute intra Kalbar - Ketapang, Putussibau, Sintang dan berbagai provinsi di Indonesia. Sebelum pandemi, melayani rute internasional ke Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia juga.

    Kami didampingi oleh AMC (Apron Movement Control) Supadio untuk melihat lebih dekat segala pergerakan pesawat, kendaraan non pesawat, orang, hingga barang di Apron dan runway Supadio serta bagaimana peran insan transportasi udara mewujudkan SELAMANYA (Selamat, Aman, Nyaman). Karena mereka, aktivitas perhubungan udara dapat berjalan lancar, efektif dan efisien.





    Tidak lama setelah berkeliling, Bang Deny, OIC AMC Supadio yang kala itu bertugas memberi tahu kami bahwa pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta yang membawa vaksin ke Kalbar mendarat. Sontak kami pun kaget dan excited banget karena ini merupakan momen langka! Kesempatan melihat lebih dekat bagaimana sih prosedur pengiriman, pengantaran, dan distribusi vaksin berjalan.




    Kami juga sempat mengunjungi Kantor Unit Pemadam Kebakaran Bandara Supadio dan berbincang bersama para petugas Damkar Aiport. Mereka mengenalkan profesi yang selama ini luput gw sadarin kalau di bandara itu ada Damkar yang senantiasa harus selalu waspada dan sigap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dilingkungan bandara Supadio. 



    Kesempatan yang luar biasa juga kami dapatkan ketika mengunjungi menara ATC (ATC Tower) Airnav Pontianak. Sebagai seorang aviation geek (avgeek) gw tentu sangat menantikan momen ini karena bisa melihat bandara dari atas, dan melihat langsung semua pergerakan pesawat, bisa sekalian plane spotting hehe






    Di sana kami juga berjumpa dengan mba Devy Ita yang sudah 6 tahun ini bekerja sebagai ATC Airnav Pontianak. Profesi pemandu lalu lintas udara yang biasa disebut dengan Air Traffic Controller. mereka mempunyai peran penting dalam setiap penerbangan, berkoordinasi bersama pilot sejak sebelum pesawat take off hingga pesawat tersebut sampai ke tujuan.  Sebagai salah satu bandara di Indonesia yang mempunyai cuaca cukup ekstrim, Visibility diakui oleh mba Devy menjadi tantangannya terlebih untuk pesawat kecil seperti Cessna Caravan dan ATR. Mencintai pekerjaan adalah kunci dalam 'enjoy' dalam menjalani pekerjaan yang bisa dibilang cukup berat ini. Sebelum pandemi, mba Devy bisa memandu hingga 140 traffic pesawat di PNK. Sekarang hanya tersisa 40-50 traffic.


    Hal yang paling sulit adalah membuat keputusan untuk pesawat siap untuk mendarat ketika cuaca mendadak tidak mendukung. Semua aktivitas pesawat di dalam Manoeuvring Area diharuskan mendapat mandat terlebih dahulu dari ATC, yang kemudian ATC akan memberikan informasi, instruksi, clearance/mandat kepada pilot. ATC akan menyampaikan kepada pilot utk selanjutnya ditentukan apakah pesawat akan holding atau terus approach. 

    TERMINAL ALBN SEI AMBAWANG, KUBU RAYA, PONTIANAK




    Di Pontianak kami juga melakukan banyak road trip (perjalanan darat) dan kami didampingi oleh teman-teman dari DAMRI Pontianak selama 2 hari. Tujuan pertama, kami mengunjungi Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sei Ambawang di Pontianak. Jujur, 2020 lalu gw sudah merencanakan untuk pergi ke Brunei Darussalam via darat untuk bisa merasakan vibes lebaran di Istana Sultan Nurul Iman di Bandar Sri Begawan, di Brunei. Gw terinspirasi dari youtuber transportasi darat yang seliweran di rekomendasi youtube, ngiler banget! Eh belum sempat untuk beli tiket segala macem, pandemi melanda. 


    Eh gak disangka 2021 ini gw mendapatkan kesempatan untuk ke terminal ini. Sebelum pandemi, Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sei Ambawang di Pontianak menghubungkan 3 negara, Indonesia - Malaysia - Brunei Darussalam. Dari terminal Sei Ambawang, Pontianak perjalanan bus menuju Kuching , Malaysia ditempuh dengan perkiraan waktu 8 jam. Sedangkan menuju Brunei Darussalam ditempuh dengan perkiraan waktu 25 jam. Tapi untuk saat ini (ketika tulisan ini terbit), hanya melayani turun naik penumpang Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) intra Kalimantan Barat seperti tujuan Sintang, Singkawang, Putussibau, dll dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


    Ketika masuk ke dalam, interiornya sangat menonjolkan ke-Indonesia-a dan sangat mencerminkan keberagaman suku-budaya di Kalimantan Barat khususnya. Wajar aja, sebelum pandemi kan terminal ini menjadi penghubung Indonesia dengan negara lain. Gw takjub banget melihat ornamen dan detailing dari terminal keberangkatan Internasionalnya. Tapi sayang sekali masih belum dibuka untuk umum. Pastinya gw dan Mardiah pun banyak mengabadikan momen di sini haha


    Ohiya, kalau kalian mau berangkat dari terminal ALBN Sei Ambawang, selain bisa beli langsung di loket terminal, kalian juga bisa beli tiketnya di kantor pemasaran DAMRI Pontianak di Sultan Hamid II, Pontianak dan di kantor DAMRI Pontianak di Jl Pahlawan No.226, Pontianak atau secara online di website www.damri.co.id dan via DAMRI apps di Google Playstore.

    DAMRI LOGISTIK 'ABANG JEMPUT' OLEH DAMRI PONTIANAK

    Selain dikenal sebagai penyedia layanan transportasi darat, di Pontianak, DAMRI terus mengembangkan layanan di tengah wabah COVID -19,  satu diantaranya memberikan layanan angkutan logistik untuk semua rute yang masih beroperasi saat ini seperti intra Kalimantan Barat (Putussibau, Singkawang, Ketapang, Sambas, Sintang dll) hingga menjangkau Palangkaraya dan Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. 






    Layanan pengiriman logistik oleh Damri Cabang Pontianak tersebut juga dipermudah dengan layanan Abang Jemput. Melalui layanan tersebut, pengirim atau penerima tinggal rumah saja bisa sebab barang dijemput atau diantar. Melalui Abang Jemput pelanggan cukup melakukan pemesanan antar atau jemput barang hanya melalui aplikasi whatsapp ke nomor layanan Damri di 081254206001. Kemudian pelanggan menyertakan nomor resi pengiriman yang selanjutnya akan ditangani oleh operator lapangan untuk dilakukan penjemputan atau pengantaran barang kiriman pada jam operasional 08.00 WIB - 16.00 WIB di kantor pemasaran DAMRI Pontianak Jl. Sultan Hamid II, Pontianak.

    Tidak ada biaya tambahan penjemputan atau pengantaran paket untuk wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Untuk wilayah Kubu Raya akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 untuk setiap pengiriman atau penjemputan kecuali daerah Sungai Raya Dalam.

    DAMRI MENJANGKAU PERBATASAN DI PLBN ARUK

    Salah satu yang bikin gw excited dalam perjalanan #TransmateJourneyPontianak kali ini adalah kesempatan untuk bisa mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk, Kalimantan Barat. 








    Untuk mencapai PLBN Aruk, kami menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3,5 jam dari Singkawang. Sudah lama banget gak road trip gini bikin gw seneng banget! Kami berangkat pukul 08.00 pagi dan tiba di PLBN Aruk sekitar pukul 11.30 siang di saat matahari sedang bersinar terik! haha 

    Alhamdulillah, ucapku karena satu bucket list sudah terwujud untuk bisa pergi ke perbatasan Indonesia via darat. Ya walaupun belum bisa menginjakan kaki langsung di negeri jiran tapi pengalaman ini bener-bener gak akan gw lupa! Di sini gw menyadari kalau Kalimantan Barat ini panas banget! Mengalahkan panasnya Kalimantan Timur deh kalau menurut gw. Walaupun sudah pakai sunscreen tapi ternyata tetap tidak bisa dibendung, alhasil kulit gw pun belang! haha

    Di PLBN Aruk kami pergi ke zona netral, yakni zona yang menjadi pembatas wilayah kedaulatan Republik Indonesia dan Malaysia. Tepat di depan pagar pembatas wilayah Republik Indonesia, ada Angkutan Perbatasan (shuttle bus) milik DAMRI. 


    DAMRI Pontianak saat ini memiliki angkutan perbatasan ‘shuttle bus’ untuk mempermudah konektivitas pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air melalui PLBN Aruk yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tarifnya adalah Rp 10.000 atau setara dengan 3 ringgit. 


    Para PMI diantar dari border menuju gedung PLBN Aruk yang selanjutnya akan melalui proses screening, verifikasi dokumen kesehatan dan karantina di tempat yg sudah ditentukan.

    Kedepannya, akan dibuat rute Damri Pontianak-Aruk. Hadirnya layanan Damri hingga ke daerah perbatasan sebagai upaya mendukung koneksi antar daerah hingga ke beranda negeri yg berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Semoga akses transportasi menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan serta lainnya semakin baik bagi mereka yg tinggal di perbatasan.

    Perjalanan pulang kami tempuh selama 7 jam dengan perhentian selama kurang lebih 1 jam di Singkawang. Sungguh perjalanan darat yang seru banget karena melintasi berbagai kota di Kalimantan Barat. Untung Mardiah juga tahan banting jadi perjalanan darat selama ini pun bisa diatasi hehe Bersyukur banget selama menjelajah Kalimantan Barat via darat kami selalu didampingi oleh temen-temen DAMRI Pontianak - terutama shout out buat Bang Yudit, Bang Ais dan Bang Handoko terima kasih banyak buat hospitality nya sudah diantar keliling kesana kemari :D


    PELABUHAN DWIKORA, PONTIANAK


    Perjalanan dilanjutkan dengan transportasi laut - sungai di Pontianak. Pontianak dikenal sebagai kota seribu sungai. Transportasi angkutan sungai tentu juga memiliki peranan yang penting. Lokasi pertama yang kami datangi adalah Pelabuhan Dwikora, pelabuhan utama yang menjadi gerbang Kalimantan Barat via Laut. 





    Kedatangan kami bertepatan dengan KM. Lawit yang baru tiba dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang setelah menempuh perjalanan sekitar 2 hari melewati rute Semarang - Kumai - Karimun Jawa - Jakarta. Kami bertemu dengan salah satu insan transportasi laut yang sudah 20 tahun lebih malang-melintang di pelayaran sebagai Nakhoda, Capt. Herman Obrein. Capt.Herman berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ia merupakan sosok pekerja keras dan sudah punya pengalaman membawa kapal secara otodidak sedari usia 6 tahun hingga sekarang, Dari awalnya hanya membawa kapal barang hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk membawa kapal yang lebih besar dan rute yang lebih jauh. 

    Proses berlayar dilakukan dengan menjalankan Employ (trayek yang dibuat oleh manajemen PELNI) lalu diserahkan kepada nakhoda untuk dibuat perencanaan pelayaran (Voyer) meliputi pengisian supply makanan, minuman, inventory, kesiapan crew kapal yang sehat, memastikan kesiapan navigasi dan alat bantu pelayaran lain. Setelah Nakhoda menandatangani master declaration dan menyatakan kesanggupannya, kapal baru bisa berlayar. 






    Terletak di pusat kota Pontianak, pelabuhan Dwikora melayani turun naik penumpang dan logistik yang melaksanakan kegiatan bongkar muat peti kemas juga. Kedepannya, Pelabuhan Dwikora sebagai pelabuhan eksisting di Pontianak yang sudah mulai terbatas kapasitasnya akan digantikan oleh Pelabuhan Kijing, yang berada di Mempawah. Konon, Pelabuhan Kijing ini akan menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan juga loh!


    DERMAGA PENYEBERANGAN BARDAN - SIANTAN, PONTIANAK

    Terletak tidak jauh dari pelabuhan Dwikora, dermaga penyeberangan Bardan membantu konektivitas masyarakat Pontianak karena memperpendek waktu tempuh dan jalur distribusi logistik dibandingkan jika menyebrang melalui jembatan Kapuas I dan II yang cukup sering mengalami kemacetan. 


    Hal ini juga diiyakan oleh temen gw yang memang berasal dari Pontianak karena macetnya jika di jam sibuk cukup merepotkan. Selain itu, untuk menyeberang juga sangat cepat. Untuk waktu loading 12 menit, kemudian menunggu muatan penuh dan menyeberang baik dari Bardan-Siantan atau sebaliknya, kurang lebih 5 menit saja.

    Kapal Feri di Bardan dikelola oleh PT Jembatan Nusantara Kapuas. Petugas juga ramah pada pengguna jasa. Penerapan sistem cashless yang dilakukan juga baik dan mendukung Pontianak Smart City dengan tarif terjangkau untuk menyeberang mulai dari Rp 500 untuk pelajar, Rp 2.500 untuk pejalan kaki, Rp 5.000-Rp 6.000 untuk pengguna motor, Rp 22.000-Rp 25.000 untuk pengguna mobil, dan Rp 29.000-Rp 38.000 untuk truk.





    Pak Nelson, salah satu penumpang yang juga merasakan manfaat dengan adanya kapal fery yang beroperasi melayani rute Bardan-Siantan karena memperpendek jarak yang harus ditempuh untuk bekerja, lebih cepat dan mudah.


    PELABUHAN RASAU JAYA - PINANG LUAR, KUBU RAYA

    Pelabuhan penyeberangan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Fery ini menghubungkan Rasau Jaya di Kab. Kubu Raya dengan pelabuhan Pinang Luar yang menjadi penyambung ke wilayah pedalaman Kalimantan Barat seperti Kab. Kayong Utara.


    Dari kota Pontianak, perjalanan ditempuh selama 1 jam melewati jalan yang cukup kecil dan bisa dibilang cukup rusak. Kami ditemani oleh teman - teman dari KSOP Pontianak - shoutout sama Kak Iren dan Bang Marsel yang udah ajakin kita keliling melihat konektivitas transportasi laut dan menjadi sobat wisata kuliner di sekitar Pontianak hehe



    Untuk sampai ke Pelabuhan Pinang Luar, kami menumpang KMP Semah dan perjalanan ditempuh selama 10 menit, dibandingkan harus memutar jauh via darat. tarif menyeberang kalian bisa cek dengan mudah di aplikasi Ferizy ya gengs! 

    Ohiya kami juga mendapatkan kesempatan berbincang dengan insan transportasi nakhoda KMP Semah Capt Miswanto yang akan purnatugas akhir tahun ini. 


    Selain berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana konektivitas dan infrastruktur perhubungan - transportasi yang ada di Kalimantan Barat, kami juga bertemu dan berbincang dengan para Insan Transportasi. Infrastruktur transportasi didukung oleh Insan transportasi yang tangguh dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan bekerja dengan hati melayani masyarakat. Memastikan dan memberikan jaminan keselamatan, kemananan, dan kenyamanan kepada pengguna jasa transportasi dalam mewujudkan SELAMANYA (Selamat, Aman, dan Nyaman).


    Terima kasih kesempatannya, Transmate dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)!


    Continue Reading
    Older
    Stories

    Siapa sih Decky?

    Photo Profile
    Decky Tri Isdian Novianoor Travel Planner

    From Indonesia to the world. Ready to explore bareng Decky? Read More

    Total Pageviews

    Labels

    #AkudanKorea #BijakBerplastik #BookingLokal #ceritalivina #Event #experience #FactoryOutletJakarta #Filipina #GampangKan #itinerary #KeKoreaAja #KembaliKeAncol #Kemenhub #korea #KTO_id #lanteh #Mangga2SquarePusatFO #menologybyzap #philippines #ReviewDecky #ScarlettWhitening #Singapore #Staycationbarengdecky #TransmateJourney #travel #travelsafe #WKS2021 #worldfluday

    recent posts

    Featured Post

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia Hello, my name is Decky Tri Isdian Novianoor, I...

    Blog Archive

    • June 2026 (1)
    • April 2026 (1)
    • March 2026 (2)
    • December 2025 (1)
    • October 2025 (1)
    • August 2025 (1)
    • May 2025 (1)
    • March 2025 (1)
    • January 2025 (1)
    • December 2024 (1)
    • September 2024 (1)
    • August 2024 (2)
    • April 2024 (1)
    • April 2023 (1)
    • March 2023 (2)
    • February 2023 (1)
    • January 2023 (1)
    • September 2022 (2)
    • August 2022 (2)
    • June 2022 (2)
    • May 2022 (1)
    • March 2022 (1)
    • February 2022 (1)
    • November 2021 (3)
    • October 2021 (1)
    • September 2021 (6)
    • August 2021 (2)
    • July 2021 (4)
    • June 2021 (3)
    • May 2021 (2)
    • April 2021 (3)
    • March 2021 (4)
    • November 2020 (1)
    • August 2020 (2)
    • July 2020 (1)
    • June 2020 (3)
    • December 2019 (1)
    • November 2019 (5)
    • October 2019 (2)
    • September 2019 (2)
    • August 2019 (3)
    • July 2019 (1)
    • October 2015 (2)
    • November 2013 (1)
    • March 2013 (4)
    • December 2012 (1)
    FOLLOW ME @INSTAGRAM

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top