facebook linkedin twitter youtube

Jelajah Bareng Decky

cuss jalan!

    • Home
    • Travel
    • ITINERARY
    • Lantéh
    • Event
    • Contact


    Selamat Datang di Pangkalan Kerinci!



    Akhir tahun 2022 gw ditutup dengan kesempatan untuk mengunjungi salah satu perusahaan kertas terbaik dan berkelanjutan di Indonesia yang berlokasi di Riau. Bersama 3 orang temen-temen blogger lain gw mengeksplor bagaimana sih proses pembuatan kertas yang bikin gw takjub - mulai dari proses pembibitan hingga ke produksi tahap akhirnya. Selain itu, kami juga menyempatkan untuk mengunjungi area solar panel dan menaiki GHG Tower ditengah hutan gambut Sumatera! Pantengin sampai akhir tulisan ya!

    Kami berangkat dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau menumpang pesawat Garuda Indonesia GA-172 keberangkatan pukul 07.30 dan tiba di bandar udara Sultan Syarif Kasim II pukul 09.15. Perjalanan dilanjutkan menuju markas pabrik Pulp and Paper milik Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) yang berlokasi di Pangkalan Kerinci sekitar 2 jam naik mobil dari Pekanbaru. Sepanjang perjalanan disuguhkan dengan pemandangan kelapa sawit. Sudah lama banget gak merasakan road trip seperti ini, jadi kangen rumah di Kalimantan hehe

    FYI - kota Pangkalan Kerinci ini di tahun 1993 hanyalah dusun kecil dengan 200 kepala keluarga yang menjadi saksi sejarah perkembangan APRIL. PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), unit bisnis APRIL Group berhasil mendorong pertumbuhan Pangkalan Kerinci  hingga sekarang menjelma menjadi ibukota Kabupaten Pelalawan tanpa melewati proses kecamatan dengan populasi lebih dari 150.000 jiwa! 


    Hotel Unigraha Pangkalan Kerinci

    Setelah sampai di Pangkalan Kerinci, kami lalu menaruh barang dan beristirahat sejenak di satu-satunya hotel di dalam Riau kompleks, namanya Hotel Unigraha. Katanya sih hotel ini private khusus untuk karyawan dan tamunya aja kaya kami ber 4 hehe 




    Hotelnya nyaman, kamarnya luas lengkap dengan kasur yang empuk, meja kerja, sofa, wifi, smart tv yang bisa akses video streaming, rain shower dan shower dengan water heater serta fasilitasnya penunjang lainnya seperti Restaurant, Coffee Shop, Bar, Meeting room, hingga Kolam Renang dan Gym juga tersedia!



    Ohiya Komplek RAPP di Pangkalan Kerinci ini tuh bener-bener dibangun oleh APRIL sehingga membuat para karyawannya nyaman dan terfasilitasi. Seperti namanya, kompleks - tidak hanya ada fasilitas tempat tinggal berupa mess karyawan, rumah hunian, dan apartemen, tapi juga terdapat hotel bintang 3, sekolah standar nasional dan internasional, fasilitas kesehatan seperti klinik 24 jam, fasilitas olahraga, lapangan bola, restoran, rumah ibadah hingga layanan akses seperti bus listrik yang siap digunakan oleh karyawan APRIL kapan pun.


    KTC (Kerinci Tissue Culture Lab) dan KCN (Kerinci Central Nursery)

    Lanjut di hari kedua, kami mengunjungi awal mula urat nadi produksi pasokan kayu dari hutan tanaman APRIL, yakni KTC (Kerinci Tissue Culture Lab) dan KCN (Kerinci Central Nursery). 

    Kalian tahu kan kalau kertas itu dibuat dengan bahan utamanya adalah pohon? Namun, bukan berarti proses pembuatan kertas menebang pohon alam di hutan. Di APRIL, kertas yang dihasilkan berasal dari hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan.

    Sistem pengelolaan hutan tanaman di APRIL pun mengikuti aturan ketat dari Kebijakan Pengelolaan Hutan Tanaman atau disebut juga Sustainable Forest Management Policy (SMFP). Sebagian dari lahan bahkan disisihkan untuk konservasi, restorasi ekosistem, perlindungan wajib dan penggunaan oleh masyarakat. Perjalanan pembuatan kertas dimulai dari laboratorium kultur jaringan di KTC (Kerinci Tissue Culture Lab).

    Di KTC Lab ini, bibit genetik berkinerja dan bernilai tinggi dikembangkan, dirawat, dan diperbanyak sehingga dapat menghasilkan pup lebih tinggi, lebih baik, dan mengonsumsi lebih sedikit energi serta lebih tahan terhadap ancaman hama dan penyakit - membuat pemanenan dapat dilakukan dengan efektif dan berkelanjutan. 

    Pusat Penelitian dan Pengembangan di KTC juga menggunakan serangkaian alat dan proses teknologi untuk memperoleh hasil dalam berbagai program penelitiannya. Hal ini mencakup pemasangan dan pengoperasian Near Infra-Red Reflectance Analysis (NIRA) dan teknologi Resistograph, dan juga penyerbukan terkontrol untuk makin meningkatkan sifat pohon tertentu, kultur jaringan untuk memperoleh jumlah tanaman induk, dan materi tanaman klon yang memadai bagi pembanyakan/propagasi vegetasi.


    Pusat Penelitian dan Pengembangan di KTC juga memiliki lab bio-molekular yang mendukung pemilihan tanaman dengan sifat tumbuh cepat dan serat yang baik, serta materi genetik yang resisten sebagai bagian dari program perkembangbiakan dan penanaman. Lab juga mengidentifikasi hama dan penyakit yang berpengaruh terhadap pembibitan dan perkebunan.

    Ada 2 jenis tipe bibit yang digunakan sebagai bahan baku hutan tanaman ini, yaitu Accacia Crassicarpa dan Eucalyptus. Jadi teringat deh sesi di RGE Center kemarin, betapa beruntungnya kita yang tinggal di Indonesia karena dengan iklim tropis yang kita miliki, waktu panen pohon akasia dan eukaliptus ini hanya butuh waktu 5 tahun saja. Berbanding jauh dengan negara-negara beriklim sub-tropis yang bisa membutuhkan waktu sekitar 20-40 tahun untuk satu kali periode panen! 

    Sejak beroperasi, APRIL Group telah bekerja untuk menciptakan pasokan kayu yang berasal sepenuhnya dari hutan tanaman industri yang berkelanjutan ini.

    Lanjut kita ke seberang, tepatnya ke KCN (Kerinci Central Nursery) untuk melihat proses persemaian bibit Akasia dan Eukaliptus tadi sebelum masuk ke tahap riset dan tahap akhir. Dua kata : Rapih banget! Dan seneng aja rasanya lihat sistem yang tertata rapih di sini, mereka merawat calon bibit dengan teliti dengan lingkup kerja masing-masing. Di KCN dibagi menjadi berberapa area, yakni ada mother plant house, rooting house, acclimatization house, dan open growing area. 



    Ada 2 metode penanaman di kebun pembibitan ini, ada bibit yang didapat langsung dari KTC, ada juga yang didapat dari metode cutting di area mother plan house dengan siklus panen 5 hari sekali untuk bibit eukaliptus dan  seminggu sekali untuk bibit akasia.



    Untuk proses penyiramannya dilakukan dengan sistem penyiraman embun (misting) secara berkala. Asli bikin seger banget ketika melihat bibit-bibit yang siap untuk disemai ini disiram! Selanjutnya bibit yang siap untuk disemai lalu dipanen dan dibawa menggunakan truk untuk ke proses selanjutnya yakni penamanan bibit ke lapangan di lokasi hutan tanaman milik APRIL yang disebar di kawasan hutan produksi di Riau.


    APRIL PAPER MILL 



    Nah masuk ke proses selanjutnya di hutan produksi adalah proses Pulping - yakni kayu-kayu dari hutan tanaman kemudian dipotong menjadi wood chips lalu dicacah menjadi pulp, lanjut pulp ini dimasukan ke dalam Head Box bersamaan dengan campuran air dan fiber untuk membentuk adonan pulp. 

    Kemudian masuk ke proses sheet formation untuk memisahkan komponen air dengan cara divacum. Lalu ke tahap pressing dimana lembaran kertas tadi ditekan dengan alat khusus dengan metode giling yang terus berputar. Proses terakhir adalah drying atau pengeringan lalu kertas digulung (paper roll) dan gulungan kertas ini siap diolah lagi (converting) menjadi berbagai bentuk kertas, salah satunya seperti yang kita kenal melalui merk PaperOne. 

    Ohiya, fun fact kertas PaperOne ini memiliki berberapa pilihan seperti PaperOne™ DIGITAL yang dirancang untuk pencetakan warna laser dan digital, PaperOne™ ALL PURPOSE yang disempurnakan untuk perangkat rumah dan kantor modern, serta PaperOne™ COPIER yang dirancang untuk pencetakan/fotocopy berkecepatan dan volume tinggi yang bebas masalah dengan pilihan kertas A4 dan A3. 

    Ke semua varian juga didukung dengan fitur inovasi ProDigiTM HD Print Technology yang akan menghasilkan kertas berkualitas yang mampu menampilkan Warna-warna lebih cerah, garis yang Tajam, bebas noda dan lebih Hemat Tinta



    Selain dalam bentuk kertas A4 atau A3 yang kita kenal, banyak juga perusahaan yang membeli bahan jadi paper roll ini lalu dipotong sesuai keinginan menjadi berbagai produk olahan kertas lainnya. 





    GHG TOWER

    Lanjut di tujuan selanjutnya, kami menyusuri aliran anak sungai Kampar untuk menuju ke menara Greenhouse Gas Emission (GHG Tower) milik APRIL. GHG Tower ini dibangun tahun 2016 sebagai alat untuk menguur emisi gas rumah kaca terutama di kawasan hutan gambut. 

    Perjalanan yang seru banget menyusuri sungai gambut dengan menggunakan kapal ketinting! Dari Pangkalan Kerinci ke Kab. Pelalawan sekitar 1 jam dilanjutkan  dari dermaga terdekat hingga mencapai GHG tower ini diperlukan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya di sana kami disambut oleh 2 orang bapak penjaga GHG Tower yang ramah dan membantu kita menyiapkan perlengkapan untuk bisa 'memanjat' naik menara. Hari itu kami dipandu oleh kak Ari, GHG Monitoring Assistant yang membantu kami untuk lebih paham mengenai fungsi GHG Tower. 




    Tower ini bertanggung jawab untuk membaca dan melaporkan data yang dikumpulkan oleh instrumen yang terletak di atas tiga menara GHG yang dimiliki APRIL di Hutan Gambut di Kab. Pelalawan dan Restorasi Proyek Ekosistem Riau (RER), area restorasi seluas 150.000 hektar di semenanjung Kampar, Riau.





    Pengalaman yang gak bisa dilupain banget karena kita bisa memanjat GHG Tower setinggi 48 meter ini dengan pemandangan hutan gambut dan aliran sungai Kampar. Terlihat juga dari kejauhan Paper Mill milik APRIL di Pangkalan Kerinci. 

    Indonesia menjadi salah satu negara yang siap berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2030. Dengan keberadaan GHG Tower ini kedepannya APRIL dapat mencapai pengelolaan dan perencanaan lahan yang lebih baik dan berkelanjutan. 

    SOLAR PANEL 

    Indonesia tuh diberkati banget karena kita dilewati garis khatulistiwa dengan sinar matahari yang melimpah. Untuk itu jadi lokasi yang sempurna banget buat bikin Solar Panel Plant di APRIL. Seperti yang kita tahu, pemanasan global disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di udara, yang memerangkap panas matahari di dalam atmosfer bumi. Salah satu gas penyumbang emisi GRK adalah CO2, yang kerap dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Dengan meningkatnya jumlah panas matahari yang terperangkap di atmoser bumi , bumi kini menjadi lebih hangat dan berdampak pada perubahan pola cuaca dalam skala global.

    Banyak cara untuk mengatasi pemanasan global, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan panel surya. Panel surya memiliki berbagai model dan ukuran dengan kemampuan berbeda untuk menyimpan energi matahari. Dengan begitu, panel surya dapat dipasang dalam skala kecil atau besar, menjadikannya pilihan mudah untuk berbagai kebutuhan.



    Panel surya memiliki dampak lingkungan paling sedikit karena tidak menghasilkan gas, kebisingan atau polusi. Selain itu, matahari adalah energi yang 100% tidak akan pernah habis, berlimpah, gratis dan terbarukan, sehingga menjadikan panel surya sumber energi alternatif yang mudah dan bersih.

    Hari terakhir, kami mengunjungi pusat energi terbarukan Solar Panel yang dimiliki APRIL. Saat ini telah terpasang 11 MW Solar Panel yang terbagi menjadi Phase 1 dan Phase 2 dibangun di lahan landfill atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Limbah yang sudah mendapat izin dari pemerintah.

    Panel surya APRIL menjadi solusi baru karena dibangun di atas landfill yang telah ditutup. Selain itu, panel surya akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan memberi sumbangan positif terhadap upaya pengurangan emisi gas dan polusi udara, sebagai salah satu komitmen mengurangi perubahan iklim. Adapun, mencapai Iklim Positif merupakan salah satu komitmen yang ingin dicapai APRIL dalam APRIL2030.


    Sebagai komitmen #APRIL2030 dengan menginstall 50 MW Solar Panel di 2030 yang akan menjadi instalasi solar panel terbesar yang dimiliki oleh perusahaan swasta di Indonesia. Panel surya juga akan membantu mencapai komitmen #APRIL2030 untuk mendapatkan 50% kebutuhan energi operasi fiber dari energi terbarukan, Itu semua adalah bagian dari rencana APRIL group untuk memenuhi komitmennya dalam membawa dampak positif terhadap lingkungan.

    Yak begitulah keseruan menjelajah dan mengetahui lebih banyak tentang operasional APRIL yang ada di Pangkalan Kerinci, Riau. Jadi lebih paham kan, gimana proses pembuatan kertas dari awal hinggal akhir dan gimana #APRIL2030 tuh berkomitmen banget buat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan program prioritas pemerintah tidak hanya dalam bidang energi terbarukan tapi juga memberikan dampak bagi karyawan dan masyarakat sekitar!






    Continue Reading

    Halo gengs!

    Berberapa waktu yang lalu, gw berkesempatan buat ikutan Hospital Tour dan Health Talk yang jadi bagian dari Blogger dan Vlogger gathering dari salah satu rumah sakit yang menjadi bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care Group, grup rumah sakit swasta yang memiliki lebih dari 100 rumah sakit dan fasilitas di Australia, Inggris, Prancis, Malaysia, dan Indonesia.


    Ada yang tahu?

    Yak bener, kemarin gw berkunjung ke RS Premier Bintaro. 

    Awalnya gw juga bingung, kira-kira kalau ke Hospital Tour tuh ngapain aja ya? 

    First Imperession. Ternyata sampai di sana gw pun takjub dengan megahnya open space lobbynya. Jadi ngerasa adem dan nyaman karena ada sirkulasi udara yang baik. Terus juga banyak tanaman gitu jadi ngerasa hidup. Tersedia seating area untuk menunggu antrean yang nyaman serta ada berberapa tenant seperti Starbucks, Guardian, MM Juice yang bikin menunggu jadi gak bosenin karena bisa sambil jajan atau ngopi gitu hehe

    Terlihat juga para staff yang dengan ramah menyapa orang-orang yang mengantre dan para calon pasien yang mau mengurus administrasi atau sekadar bertanya tentang arah. Memang sejalan dengan filosofi  'People Caring for People' yang menjadi komitmen yang membuat layanan RS Premier Bintaro berbeda dari yang lain.


    Tak lama setelah itu, kami pun berkesempatan untuk melihat-lihat berberapa fasilitas di RS Premier Bintaro, yang pertama adalah fasilitas kamar rawat inapnya. Ohiya, RS Premier Bintaro memiliki 205 tempat tidur dan kami menyediakan fasilitas kamar perawatan yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan sehingga secara psikologis dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

    Memasuki lorong deretan kamar rawat inap, kami pun sudah takjub melihat fasilitas kamar yang sudah seperti kamar hotel! Agak lupa kalau ini tuh rumah sakit hehe mewah dan nyaman! Wajar banget karena tipe kamar tertinggi, tentu aja kenyamanan adalah yang utama. Untuk paviliun Camar ini, tipe kamar Premier sering digunakan oleh ibu yang ingin melahirkan.


    Ini dia kamar VIP (Premier) dengan fasilitas kamar Premier (1 Bed) : Electric bed, Dining room, Pantry, Kamar mandi dalam, Lemari, Electric kettle, 1 sofa, 2 single chair, 1 round table, Kulkas, 2 televisi, Telepon, Nakas / Lemari Kecil, Overbed table. 



    Lanjut, kami juga mengunjungi tipe kamar lain yakni tipe Suite yang ada di paviliun Merpati. Tipe kamar ini juga gak kalah nyaman hanya saja tidak seluas kamar premier. Ada sofa di kamar yang nyaman juga bikin yang nemenin kita selama di kamar juga merasa nyaman.

    Fasilitas Kamar Suite B (1 Bed): Electric bed, Kamar mandi dalam, Lemari, Sofa, Meja kerja, Kulkas, Televisi, Telepon, Nakas / Lemari Kecil, Overbed table. 




    Ada tipe kamar lain juga yang tersedia di RS Premier Bintaro, antara lain ada tipe Gold dengan Fasilitas Kamar (2 Bed): Electric bed, Kamar mandi dalam, Single chair, 2 televisi, Nakas / Lemari Kecil, Overbed table dan tipe Silver dengan Fasilitas Kamar yang menampung 3 Bed: Manual bed, Kamar mandi dalam, Overbed table, 3 Televisi, Single chair, Nakas / Lemari Kecil

    Kamar tipe Gold. sumber : https://ramsaysimedarby.co.id/rspb-tarif-kamar-id 

    Kamar tipe Silver. sumber : https://ramsaysimedarby.co.id/rspb-tarif-kamar-id 

    Setelah puas berkeliling melihat fasilitas kamar rawat inap, kami melanjutkan kunjungan ke Mini Studio yang digunakan untuk take podcast dan youtube. Keren banget karena emang RS Premier Bintaro tuh cukup aktif di berbagai kanal media sosial sebagai media informasi dan edukasi seputar kesehatan.




    Lanjut, berkeliling kami melihat Roof Garden yang biasanya digunakan untuk pasien untuk sekadar bersantai atau berjemur. Ada deretan bangku untuk duduk bersantai, ada berberapa jenis tanaman dan bunga juga, dan bisa melihat pemandangan sekitar Bintaro dari sini.

    Biasanya pasien covid nih yang butuh berjemur dan juga turut tersedia fasilitas pojok dahak utk pasien spesialis paru dan pasien covid. Sangat convenient banget!




    Setelah puas bekeliling melihat fasilitas, kami juga diajak untuk melihat layanan unggulan yang dimiliki oleh RS Premier Bintaro, antara lain :


    STROKE CENTER

    Layanan unggulan Stroke Center Rumah Sakit Premier Bintaro dibentuk untuk memberikan penanganan stroke secara terpadu mulai dari tahap pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) bagi pasien stroke dan masyarakat. 

    Untuk memberikan layanan terbaik bagi pasien yang mengalami stroke akut, tim Stroke Center Rumah Sakit Premier Bintaro telah membuat panduan klinis dan protokol tata laksana stroke akut yang efektif dan efisien yang mengintregasikan berbagai layanan di Rumah Sakit Premier Bintaro seperti layanan ambulans, layanan gawat darurat, ruang rawat khusus pasien stroke dan pemeriksaan MRI  yang siap beroperasi 24 jam.



    Tim Stroke Center Premier Bintaro telah berhasil melakukan terapi trombolitik pada kasus-kasus stroke iskemik akut (stroke yang disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah). Terapi ini bertujuan untuk melarutkan sumbatan pada pembuluh darah dengan jalan memasukan obat yaitu alteplase ke dalam pembuluh darah pasien. Namun demikian, untuk hasil yang optimal dengan efek minimal, didapatkan dengan pemberian dalam kurun waktu 3 jam sejak serangan stroke terjadi.


    SPINE CENTER

    amsay Spine Center adalah pusat layanan untuk mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. Penanganan problem tulang belakang dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialistik, yaitu dokter Spesialis Ortho


    pedi Tulang Belakang, Spesialis Neurologi, Spesialis Neurofisiologi, Spesialis Rehabilitasi Medik dan Spesialis Radiologi.

    Problem tulang belakang yang ditangani meliputi:

    • Berbagai nyeri tulang belakang.
    • Kelainan bentuk tulang belakang seperti skoliosis, dan sebagainya.
    • Trauma tulang belakang.
    • Gangguan syaraf akibat kelainan tulang belakang.
    Penanganan problem tulang belakang di Ramsay Spine Center memiliki kelebihan, khususnya dalam hal pemeriksaan awal kondisi pasien yang dilakukan oleh tim dokter berbagai bidang spesialistik. Dengan demikian, akan didapat hasil pemeriksaan yang komprehensif tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

    ORTHOPEDIC CENTER

    RS Premier Bintaro telah diakui keahliannya di bidang pelayanan Ortopedi sejak 1998. Berbagai masalah Ortopedi ditangani secara menyeluruh dan terpadu, dengan dukungan para dokter spesialis Ortopedi dari berbagai sub-spesialisasi, mulai dari Spine Surgery (bedah tulang belakang), Hip & Knee surgery (bedah penggantian panggul dan lutut), Hand Surgery (bedah tangan) hingga Sport Orthopaedic Surgery (bedah cidera olahraga).

    Klinik spesialis ortopedi RS Premier Bintaro terdiri dari:

    • Premier Bintaro Spine Center
    • Hand Clinic
    • Artroplasty
    • Sport Clinic

    Setelah puas berkeliling, tibalah dipenghujung acara 'Blogger dan Vlogger Gathering' kali ini, yakni sesi Health Talk yang bahas tentang 'Mitos dan Fakta seputar Saraf Kejepit' bareng dr. Omar Luthfi, Sp.OT(K-Spine).  Jujur gw ngerasa relate banget karena emang lagi takut banget dan mengantisipasi untuk masalah tulang belakang kaya gini, karena belakangan banyak duduk dan tidak banyak beraktivitas kalau lagi WFH. Dan beruntung kali ini dr.Omar menjelaskannya kepada kita dengan bahasa yang mudah dipahami.


    Saraf terjepit atau HNP (hernia nucleus pulposus) adalah kondisi ketika bantalan antar-tulang belakang, yang lembut dan seperti agar-agar, menonjol sehingga menekan saraf di sekitarnya.

    Terkait saraf kejepit, beliau juga menjelaskan tentang perbedaan tulang belakang dan saraf tulang belakang. Saraf tulang belakang memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi motorik (penggerak), fungsi sensorik (perasa) dan fungsi otonom (organ internal).


    Kita bisa mengetahui gejala saraf kejepit dengan gejala sebagai berikut :

    • Kesemutan dan mati rasa (baal)
    • Nyeri menjalar hingga ke tungkai bawah
    • Kelemahan gerakan tungkai
    • Gangguan rangsang BAB dan BAK

    Jika merasa gejala tersebut sedang kita alami, kita bisa melakukan penanganan awal saraf terjepit seperti :

    • Bed rest maksimum 2 hari
    • Pemberian nalgetik
    • Penggunaan alat bantu (korset)
    • Perubahan gaya hidup (lifestyle)



    Satu kata setelah berkeliling RS Premier Bintaro : Bersyukur. 

    Bersyukur untuk selalu diberikan nikmat berupa kesehatan karena pada saat ini hanya bisa melihat-lihat faslitas dan tidak sedang sakit. Semoga hospital tour dan health talk kali ini dapat memberikan insight buat kalian ya mengenai fasilitas RS Premier Bintaro dan penanganan Saraf Kejepit.

    Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa langsung mengunjungi RS Premier Bintaro ya!



    Continue Reading


    Gak kerasa sudah 2 tahun ini kehidupan kita berangsur berubah karena pandemi. Kita dituntut untuk bisa beradaptasi sama perubahan-perubahan ini.  Semenjak pandemi banyak aktivitas yang kita habiskan di rumah aja, termasuk gw juga. Munculah istilah work from home yang memaksa gw untuk nggak ke kantor dan bekerja dari rumah.

    Banyak hal yang gw lakuin selama di rumah aja, jujur gw malah menikmatinya. Buat yang kenal gw, pasti menyangkal banget karena gw anaknya emang mobile banget - ke sana ke mari ngga kenal lelah. LOL Mungkin jiwa introvert gw yang bikin gw nyaman walaupun nggak bisa kemana-mana, karena banyak hal yang bisa gw lakuin selama di kos aja - baca buku, nonton film, hingga menyelesaikan banyak tulisan yang selama ini ada di draft. 

    Di momen pandemi ini juga, gw menghabiskan banyak waktu di socmed untuk share mengenai pandemi dan transportasi umum. Sejak April 2020 lalu gw bergabung menjadi bagian dari TRANSMATE, komunitas/sahabat/partner dari Kementerian Perhubungan (KEMENHUB) Republik Indonesia dalam memberikan pemahaman, edukasi, dan insight positif kepada masyarakat terkait sektor transportasi Indonesia. 

    Sebagai bagian dari Transmate 20, tahun ini gw diberikan kesempatan untuk mengikuti TRANSMATE JOURNEY, salah satu program tahunan Transmate yang bertujuan untuk meliput secara langsung mengenai infrastruktur konektivitas, distribusi logistik, serta destinasi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP).



    TRANSMATE JOURNEY kemudian dibagi menjadi 2 batch, salah satu nya adalah PONTIANAK yang menjadi destinasi tujuan gw dan Mardiah selama 5 hari dari 22 Oktober - 26 Oktober 2021.

    ADA APA DI PONTIANAK?

    Buat yang belum tahu, gw juga orang Kalimantan. Mungkin bikin sebagian orang berpikir  kenapa gw mau ikut Transmate Journey yang tujuannya juga ke Kalimantan?



    Walaupun gw juga berasal dari Kalimantan (Kaltim) mendapatkan kesempatan untuk pergi menjelajah wilayah Kalimantan lain merupakan hal yang gw inginkan banget dari dulu! Selain Kaltim tempat gw dilahirkan, gw cuma pernah mengunjungi Kalimantan Selatan (karena ada keluarga di sana). Perjalanan ke Kalsel dari Kaltim waktu itu gw tempuh via darat dan menyeberang ferry total waktu yang dihabiskan dijalan adalah selama 18 jam. Jujur gw kangen kehidupan road trip kaya gini karena sedari kecil, orang tua gw berdomisili di kota Marang Kayu dan gw tinggal bersama kakak-kakak gw di kota Tenggarong yang jaraknya sekitar 5 jam perjalanan darat. Kehidupan gw dulu sering dihabiskan di jalan hehe

    Wajar aja karena akses ke sesama provinsi di Kalimantan itu susah jadi ketika ada kesempatannya, ayok banget!

    Setelah mendapatkan info tentang tujuan Transmate Journey 2021, aku dan Mardiah pun melakukan persiapan antara lain membuat itinerary dan menentukan akan meliput dan membahas transportasi apa saja yang ada di Pontianak dan berberapa kota lain di Kalimantan Barat. 

    Banyak banget yang bisa dikunjungi di Provinsi seribu sungai ini. Tapi berberapa teman memang menyarankan untuk menikmati wisata dan kulinernya yang udah tenar! Selengkapnya akan gw bahas di postingan berbeda ya, gengs.

    KONEKTIVITAS TRANSPORTASI DI KALIMANTAN BARAT

    Sehari sebelumnya, kami melakukan tes PCR sebagai syarat terbang dari bandara Soekarno Hatta (wilayah Jawa) ke Kalimantan Barat. Beruntung kami mendapatkan harga khusus dari maskapai Batik Air jadi PCR tidak semahal harga diluar. Perjalanan ke Kalimantan Barat kami tempuh menumpang Batik Air ID-6221 yang bertolak ke Bandar Udara Supadio Pontianak pukul 14.00 WIB dan tiba pukul 15.40 WIB. 





    SELAMAT DATANG DI KALIMANTAN BARAT!

    Jujur gw cukup terkejut karena penerbangan ke Pontianak hanya memakan waktu 1 jam lebih saja, terbilang cukup dekat dibandingkan penerbangan ke Balikpapan yang biasanya aku tempuh selama 2 jam jika pulang kampung. 

    Setelah mendarat kami diwajibkan untuk mengisi e-hac di aplikasi pedulilindungi, setelah itu petugas bandara akan melakukan verifikasi QR-Code. Saat mengantri untuk mengambil bagasi, aku cukup terkesima dengan desain interior bandara memakai corak yang terdiri dari beberapa instrumen budaya lokal. Misalnya menggabungkan konteks budaya China, Melayu, dan Dayak. terdapat juga oornamen motif ulir yang ada di sekitar atap Bandara Supadio. Ditambah ada lukisan yang menggambarkan tentang keberagaman masyarakat yang ada di Kalimantan Barat. 


    BANDARA INTERNASIONAL SUPADIO (PNK), PONTIANAK


    Bandara yang menjadi gerbang utama Kalimantan Barat via udara ini selesai direnovasi dan menambah terminal baru di akhir 2017.  Jaraknya dari Kota Pontianak adalah 17 km sebelah selatan. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Bandar Udara Internasional Supadio sudah memiliki bangunan terminal baru dengan luas 32.000 m² berkapasitas 4 juta penumpang per tahun. 

    Saat ini, runway memiliki panjang 2.250x45 meter. kedepannya, runway bandar udara Supadio akan diperpanjang lagi menjadi 3.000×60 Meter yang dapat menampung pesawat Airbus A330 dan Boeing 777.


    Bandar Udara Supadio melayani rute intra Kalbar - Ketapang, Putussibau, Sintang dan berbagai provinsi di Indonesia. Sebelum pandemi, melayani rute internasional ke Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia juga.

    Kami didampingi oleh AMC (Apron Movement Control) Supadio untuk melihat lebih dekat segala pergerakan pesawat, kendaraan non pesawat, orang, hingga barang di Apron dan runway Supadio serta bagaimana peran insan transportasi udara mewujudkan SELAMANYA (Selamat, Aman, Nyaman). Karena mereka, aktivitas perhubungan udara dapat berjalan lancar, efektif dan efisien.





    Tidak lama setelah berkeliling, Bang Deny, OIC AMC Supadio yang kala itu bertugas memberi tahu kami bahwa pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta yang membawa vaksin ke Kalbar mendarat. Sontak kami pun kaget dan excited banget karena ini merupakan momen langka! Kesempatan melihat lebih dekat bagaimana sih prosedur pengiriman, pengantaran, dan distribusi vaksin berjalan.




    Kami juga sempat mengunjungi Kantor Unit Pemadam Kebakaran Bandara Supadio dan berbincang bersama para petugas Damkar Aiport. Mereka mengenalkan profesi yang selama ini luput gw sadarin kalau di bandara itu ada Damkar yang senantiasa harus selalu waspada dan sigap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dilingkungan bandara Supadio. 



    Kesempatan yang luar biasa juga kami dapatkan ketika mengunjungi menara ATC (ATC Tower) Airnav Pontianak. Sebagai seorang aviation geek (avgeek) gw tentu sangat menantikan momen ini karena bisa melihat bandara dari atas, dan melihat langsung semua pergerakan pesawat, bisa sekalian plane spotting hehe






    Di sana kami juga berjumpa dengan mba Devy Ita yang sudah 6 tahun ini bekerja sebagai ATC Airnav Pontianak. Profesi pemandu lalu lintas udara yang biasa disebut dengan Air Traffic Controller. mereka mempunyai peran penting dalam setiap penerbangan, berkoordinasi bersama pilot sejak sebelum pesawat take off hingga pesawat tersebut sampai ke tujuan.  Sebagai salah satu bandara di Indonesia yang mempunyai cuaca cukup ekstrim, Visibility diakui oleh mba Devy menjadi tantangannya terlebih untuk pesawat kecil seperti Cessna Caravan dan ATR. Mencintai pekerjaan adalah kunci dalam 'enjoy' dalam menjalani pekerjaan yang bisa dibilang cukup berat ini. Sebelum pandemi, mba Devy bisa memandu hingga 140 traffic pesawat di PNK. Sekarang hanya tersisa 40-50 traffic.


    Hal yang paling sulit adalah membuat keputusan untuk pesawat siap untuk mendarat ketika cuaca mendadak tidak mendukung. Semua aktivitas pesawat di dalam Manoeuvring Area diharuskan mendapat mandat terlebih dahulu dari ATC, yang kemudian ATC akan memberikan informasi, instruksi, clearance/mandat kepada pilot. ATC akan menyampaikan kepada pilot utk selanjutnya ditentukan apakah pesawat akan holding atau terus approach. 

    TERMINAL ALBN SEI AMBAWANG, KUBU RAYA, PONTIANAK




    Di Pontianak kami juga melakukan banyak road trip (perjalanan darat) dan kami didampingi oleh teman-teman dari DAMRI Pontianak selama 2 hari. Tujuan pertama, kami mengunjungi Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sei Ambawang di Pontianak. Jujur, 2020 lalu gw sudah merencanakan untuk pergi ke Brunei Darussalam via darat untuk bisa merasakan vibes lebaran di Istana Sultan Nurul Iman di Bandar Sri Begawan, di Brunei. Gw terinspirasi dari youtuber transportasi darat yang seliweran di rekomendasi youtube, ngiler banget! Eh belum sempat untuk beli tiket segala macem, pandemi melanda. 


    Eh gak disangka 2021 ini gw mendapatkan kesempatan untuk ke terminal ini. Sebelum pandemi, Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sei Ambawang di Pontianak menghubungkan 3 negara, Indonesia - Malaysia - Brunei Darussalam. Dari terminal Sei Ambawang, Pontianak perjalanan bus menuju Kuching , Malaysia ditempuh dengan perkiraan waktu 8 jam. Sedangkan menuju Brunei Darussalam ditempuh dengan perkiraan waktu 25 jam. Tapi untuk saat ini (ketika tulisan ini terbit), hanya melayani turun naik penumpang Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) intra Kalimantan Barat seperti tujuan Sintang, Singkawang, Putussibau, dll dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


    Ketika masuk ke dalam, interiornya sangat menonjolkan ke-Indonesia-a dan sangat mencerminkan keberagaman suku-budaya di Kalimantan Barat khususnya. Wajar aja, sebelum pandemi kan terminal ini menjadi penghubung Indonesia dengan negara lain. Gw takjub banget melihat ornamen dan detailing dari terminal keberangkatan Internasionalnya. Tapi sayang sekali masih belum dibuka untuk umum. Pastinya gw dan Mardiah pun banyak mengabadikan momen di sini haha


    Ohiya, kalau kalian mau berangkat dari terminal ALBN Sei Ambawang, selain bisa beli langsung di loket terminal, kalian juga bisa beli tiketnya di kantor pemasaran DAMRI Pontianak di Sultan Hamid II, Pontianak dan di kantor DAMRI Pontianak di Jl Pahlawan No.226, Pontianak atau secara online di website www.damri.co.id dan via DAMRI apps di Google Playstore.

    DAMRI LOGISTIK 'ABANG JEMPUT' OLEH DAMRI PONTIANAK

    Selain dikenal sebagai penyedia layanan transportasi darat, di Pontianak, DAMRI terus mengembangkan layanan di tengah wabah COVID -19,  satu diantaranya memberikan layanan angkutan logistik untuk semua rute yang masih beroperasi saat ini seperti intra Kalimantan Barat (Putussibau, Singkawang, Ketapang, Sambas, Sintang dll) hingga menjangkau Palangkaraya dan Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. 






    Layanan pengiriman logistik oleh Damri Cabang Pontianak tersebut juga dipermudah dengan layanan Abang Jemput. Melalui layanan tersebut, pengirim atau penerima tinggal rumah saja bisa sebab barang dijemput atau diantar. Melalui Abang Jemput pelanggan cukup melakukan pemesanan antar atau jemput barang hanya melalui aplikasi whatsapp ke nomor layanan Damri di 081254206001. Kemudian pelanggan menyertakan nomor resi pengiriman yang selanjutnya akan ditangani oleh operator lapangan untuk dilakukan penjemputan atau pengantaran barang kiriman pada jam operasional 08.00 WIB - 16.00 WIB di kantor pemasaran DAMRI Pontianak Jl. Sultan Hamid II, Pontianak.

    Tidak ada biaya tambahan penjemputan atau pengantaran paket untuk wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Untuk wilayah Kubu Raya akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 untuk setiap pengiriman atau penjemputan kecuali daerah Sungai Raya Dalam.

    DAMRI MENJANGKAU PERBATASAN DI PLBN ARUK

    Salah satu yang bikin gw excited dalam perjalanan #TransmateJourneyPontianak kali ini adalah kesempatan untuk bisa mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk, Kalimantan Barat. 








    Untuk mencapai PLBN Aruk, kami menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3,5 jam dari Singkawang. Sudah lama banget gak road trip gini bikin gw seneng banget! Kami berangkat pukul 08.00 pagi dan tiba di PLBN Aruk sekitar pukul 11.30 siang di saat matahari sedang bersinar terik! haha 

    Alhamdulillah, ucapku karena satu bucket list sudah terwujud untuk bisa pergi ke perbatasan Indonesia via darat. Ya walaupun belum bisa menginjakan kaki langsung di negeri jiran tapi pengalaman ini bener-bener gak akan gw lupa! Di sini gw menyadari kalau Kalimantan Barat ini panas banget! Mengalahkan panasnya Kalimantan Timur deh kalau menurut gw. Walaupun sudah pakai sunscreen tapi ternyata tetap tidak bisa dibendung, alhasil kulit gw pun belang! haha

    Di PLBN Aruk kami pergi ke zona netral, yakni zona yang menjadi pembatas wilayah kedaulatan Republik Indonesia dan Malaysia. Tepat di depan pagar pembatas wilayah Republik Indonesia, ada Angkutan Perbatasan (shuttle bus) milik DAMRI. 


    DAMRI Pontianak saat ini memiliki angkutan perbatasan ‘shuttle bus’ untuk mempermudah konektivitas pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air melalui PLBN Aruk yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tarifnya adalah Rp 10.000 atau setara dengan 3 ringgit. 


    Para PMI diantar dari border menuju gedung PLBN Aruk yang selanjutnya akan melalui proses screening, verifikasi dokumen kesehatan dan karantina di tempat yg sudah ditentukan.

    Kedepannya, akan dibuat rute Damri Pontianak-Aruk. Hadirnya layanan Damri hingga ke daerah perbatasan sebagai upaya mendukung koneksi antar daerah hingga ke beranda negeri yg berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Semoga akses transportasi menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan serta lainnya semakin baik bagi mereka yg tinggal di perbatasan.

    Perjalanan pulang kami tempuh selama 7 jam dengan perhentian selama kurang lebih 1 jam di Singkawang. Sungguh perjalanan darat yang seru banget karena melintasi berbagai kota di Kalimantan Barat. Untung Mardiah juga tahan banting jadi perjalanan darat selama ini pun bisa diatasi hehe Bersyukur banget selama menjelajah Kalimantan Barat via darat kami selalu didampingi oleh temen-temen DAMRI Pontianak - terutama shout out buat Bang Yudit, Bang Ais dan Bang Handoko terima kasih banyak buat hospitality nya sudah diantar keliling kesana kemari :D


    PELABUHAN DWIKORA, PONTIANAK


    Perjalanan dilanjutkan dengan transportasi laut - sungai di Pontianak. Pontianak dikenal sebagai kota seribu sungai. Transportasi angkutan sungai tentu juga memiliki peranan yang penting. Lokasi pertama yang kami datangi adalah Pelabuhan Dwikora, pelabuhan utama yang menjadi gerbang Kalimantan Barat via Laut. 





    Kedatangan kami bertepatan dengan KM. Lawit yang baru tiba dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang setelah menempuh perjalanan sekitar 2 hari melewati rute Semarang - Kumai - Karimun Jawa - Jakarta. Kami bertemu dengan salah satu insan transportasi laut yang sudah 20 tahun lebih malang-melintang di pelayaran sebagai Nakhoda, Capt. Herman Obrein. Capt.Herman berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ia merupakan sosok pekerja keras dan sudah punya pengalaman membawa kapal secara otodidak sedari usia 6 tahun hingga sekarang, Dari awalnya hanya membawa kapal barang hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk membawa kapal yang lebih besar dan rute yang lebih jauh. 

    Proses berlayar dilakukan dengan menjalankan Employ (trayek yang dibuat oleh manajemen PELNI) lalu diserahkan kepada nakhoda untuk dibuat perencanaan pelayaran (Voyer) meliputi pengisian supply makanan, minuman, inventory, kesiapan crew kapal yang sehat, memastikan kesiapan navigasi dan alat bantu pelayaran lain. Setelah Nakhoda menandatangani master declaration dan menyatakan kesanggupannya, kapal baru bisa berlayar. 






    Terletak di pusat kota Pontianak, pelabuhan Dwikora melayani turun naik penumpang dan logistik yang melaksanakan kegiatan bongkar muat peti kemas juga. Kedepannya, Pelabuhan Dwikora sebagai pelabuhan eksisting di Pontianak yang sudah mulai terbatas kapasitasnya akan digantikan oleh Pelabuhan Kijing, yang berada di Mempawah. Konon, Pelabuhan Kijing ini akan menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan juga loh!


    DERMAGA PENYEBERANGAN BARDAN - SIANTAN, PONTIANAK

    Terletak tidak jauh dari pelabuhan Dwikora, dermaga penyeberangan Bardan membantu konektivitas masyarakat Pontianak karena memperpendek waktu tempuh dan jalur distribusi logistik dibandingkan jika menyebrang melalui jembatan Kapuas I dan II yang cukup sering mengalami kemacetan. 


    Hal ini juga diiyakan oleh temen gw yang memang berasal dari Pontianak karena macetnya jika di jam sibuk cukup merepotkan. Selain itu, untuk menyeberang juga sangat cepat. Untuk waktu loading 12 menit, kemudian menunggu muatan penuh dan menyeberang baik dari Bardan-Siantan atau sebaliknya, kurang lebih 5 menit saja.

    Kapal Feri di Bardan dikelola oleh PT Jembatan Nusantara Kapuas. Petugas juga ramah pada pengguna jasa. Penerapan sistem cashless yang dilakukan juga baik dan mendukung Pontianak Smart City dengan tarif terjangkau untuk menyeberang mulai dari Rp 500 untuk pelajar, Rp 2.500 untuk pejalan kaki, Rp 5.000-Rp 6.000 untuk pengguna motor, Rp 22.000-Rp 25.000 untuk pengguna mobil, dan Rp 29.000-Rp 38.000 untuk truk.





    Pak Nelson, salah satu penumpang yang juga merasakan manfaat dengan adanya kapal fery yang beroperasi melayani rute Bardan-Siantan karena memperpendek jarak yang harus ditempuh untuk bekerja, lebih cepat dan mudah.


    PELABUHAN RASAU JAYA - PINANG LUAR, KUBU RAYA

    Pelabuhan penyeberangan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Fery ini menghubungkan Rasau Jaya di Kab. Kubu Raya dengan pelabuhan Pinang Luar yang menjadi penyambung ke wilayah pedalaman Kalimantan Barat seperti Kab. Kayong Utara.


    Dari kota Pontianak, perjalanan ditempuh selama 1 jam melewati jalan yang cukup kecil dan bisa dibilang cukup rusak. Kami ditemani oleh teman - teman dari KSOP Pontianak - shoutout sama Kak Iren dan Bang Marsel yang udah ajakin kita keliling melihat konektivitas transportasi laut dan menjadi sobat wisata kuliner di sekitar Pontianak hehe



    Untuk sampai ke Pelabuhan Pinang Luar, kami menumpang KMP Semah dan perjalanan ditempuh selama 10 menit, dibandingkan harus memutar jauh via darat. tarif menyeberang kalian bisa cek dengan mudah di aplikasi Ferizy ya gengs! 

    Ohiya kami juga mendapatkan kesempatan berbincang dengan insan transportasi nakhoda KMP Semah Capt Miswanto yang akan purnatugas akhir tahun ini. 


    Selain berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana konektivitas dan infrastruktur perhubungan - transportasi yang ada di Kalimantan Barat, kami juga bertemu dan berbincang dengan para Insan Transportasi. Infrastruktur transportasi didukung oleh Insan transportasi yang tangguh dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan bekerja dengan hati melayani masyarakat. Memastikan dan memberikan jaminan keselamatan, kemananan, dan kenyamanan kepada pengguna jasa transportasi dalam mewujudkan SELAMANYA (Selamat, Aman, dan Nyaman).


    Terima kasih kesempatannya, Transmate dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)!


    Continue Reading
    Older
    Stories

    Siapa sih Decky?

    Photo Profile
    Decky Tri Isdian Novianoor Travel Planner

    From Indonesia to the world. Ready to explore bareng Decky? Read More

    Total Pageviews

    Labels

    #AkudanKorea #BijakBerplastik #BookingLokal #ceritalivina #Event #experience #FactoryOutletJakarta #Filipina #GampangKan #itinerary #KeKoreaAja #KembaliKeAncol #Kemenhub #korea #KTO_id #lanteh #Mangga2SquarePusatFO #menologybyzap #philippines #ReviewDecky #ScarlettWhitening #Singapore #Staycationbarengdecky #TransmateJourney #travel #travelsafe #WKS2021 #worldfluday

    recent posts

    Featured Post

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia Hello, my name is Decky Tri Isdian Novianoor, I...

    Blog Archive

    • June 2026 (1)
    • April 2026 (1)
    • March 2026 (2)
    • December 2025 (1)
    • October 2025 (1)
    • August 2025 (1)
    • May 2025 (1)
    • March 2025 (1)
    • January 2025 (1)
    • December 2024 (1)
    • September 2024 (1)
    • August 2024 (2)
    • April 2024 (1)
    • April 2023 (1)
    • March 2023 (2)
    • February 2023 (1)
    • January 2023 (1)
    • September 2022 (2)
    • August 2022 (2)
    • June 2022 (2)
    • May 2022 (1)
    • March 2022 (1)
    • February 2022 (1)
    • November 2021 (3)
    • October 2021 (1)
    • September 2021 (6)
    • August 2021 (2)
    • July 2021 (4)
    • June 2021 (3)
    • May 2021 (2)
    • April 2021 (3)
    • March 2021 (4)
    • November 2020 (1)
    • August 2020 (2)
    • July 2020 (1)
    • June 2020 (3)
    • December 2019 (1)
    • November 2019 (5)
    • October 2019 (2)
    • September 2019 (2)
    • August 2019 (3)
    • July 2019 (1)
    • October 2015 (2)
    • November 2013 (1)
    • March 2013 (4)
    • December 2012 (1)
    FOLLOW ME @INSTAGRAM

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top