facebook linkedin twitter youtube

Jelajah Bareng Decky

cuss jalan!

    • Home
    • Travel
    • ITINERARY
    • Lantéh
    • Event
    • Contact

    Gak kerasa INDOCOMTECH 2019 udah mau ada lagi, diri ini masih menyimpan kegalauan yang belum kelar dari INDOCOMTECH 2018. Apa itu?




    Gw punya kamera udah dari 2014 yang lalu karena kuliah di jurusan komunikasi, tapi gak juga sih alasan sebenarnya punya kamera adalah karena gw punya hobi jalan - jalan. Kamera gw ini udah saking usangnya sampai tombol shutternya udah susah buat dipencet! haha Karena kasihan, temen gw yang techgeek pun memberi tahu info bahwa ada pameran teknologi yang seru di Jakarta, ya mungkin aja kan gw jadinya tertarik buat beli. Selain itu, gw juga kepikiran buat ganti laptop karena laptop gw yang sekarang udah gak bisa diajak kompromi buat ngedit video, padahal gw punya banyak stok video sewaktu liburan yang belum ke upload ke Youtube :( Temen gw yang memberikan info ini juga kebetulan lagi nyari laptop baru nge-game, dan ada juga yang mau nyari kebutuhan aksesoris gaming. Kami pun beramai-ramai pergi ke Indocomtech 2018 waktu itu. Tapi.. waktu itu kita ngga berhasil beli barang yang kita mau, tahun ini kita mau coba cari peruntungan lagi nih di Indocomtech 2019.



    Yak, Indocomtech akan hadir lagi di 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta dengan mengusung tema 'Never Stop Exploring' pada  30 Oktober - 3 November 2019 ini. Buat yang belum tahu, Indocommtech adalah ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi terbesar di Indonesia.

    Dengan mengangkat tema 'Never Stop Exploring', pameran ini bakal menghadirkan banyak produk dengan tren-tren teknologi masa depan dari sejumlah vendor teknologi dari dalam dan luar negeri yang meliputi kategori antara lain ada accessories, audio camera, gaming, laptop & PC, TV, telco, smartphone sampai smarthhome, dan wearable device juga ada loh!. Selain itu, produk-produk teknologi berkonsep Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), financial technology, smart health, drone, blockchain, virtual reality juga akan jadi pusat perhatian selama pameran berlangsung nanti.



    Dan yang gak kalah seru buat dilewatkan adalah akan ada Vlog competition yang bisa kalian ikuti! Mengusung tema yang sama dengan Indocomtech 2019 yakni 'Never Stop Exploring'. Kalian tinggal sampaikan ide menarik yang berhubungan dengan teknologi dalam bentuk Vlog lalu unggah ke akun media sosial kalian. Peserta yang beruntuk akan mendapatkan 1 buah laptop dan uang tunai sebesar Rp 10.000.000 juga nih! Skuy ikutan juga ya!

    Hampir semua booth di Indocomtech akan menawarkan demo, sehingga pengunjung dapat membuat pilihan terbaik dalam membeli produk-produk IT incaran. 

    Selain itu, yang bikin istimewa di Indocomtech 2019 ini juga adalah kembalinya OMEN Challenger Series (OCS) di Asia Pasifik dengan Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) sebagai game yang dikompetisikan. Kali ini, Grand Final turnamen ini akan dilaksanakan di Cendrawasih HAll, JCC, pada tanggal 1-3 November 2019. 

    Turnamen CS:GO yang dibuka untuk 12 negara Asia Pasifik ini merupakan salah satu wujud komitmen brand laptop HP dalam mendukung pertumbuhan industri gaming, terutama komunitas esports di Indonesia. Komitmen ini juga didukung oleh seri gaming terbaru HP, yakni OMEN X 2S, OMEN 15, dan Pavilion Gaming, yang didesain dengan masukan dari komunitas gaming. 


    Yang gak kalah seru adalah turnamen ini juga akan menyuguhkan berbagai hiburan seperti kompetisi cosplay, penampilan dari Weird Genius, Ramengvrl, serta promo spesial untuk laptop dan aksesoris gaming HP untuk semua pengunjung Indocomtech 2019.



    Jadi di Indocomtech 2019 ini kayanya gw sama temen-temen bakal happy banget karena berbagai katagori dengan lebih dari 250 perusahaan teknologi bisa kita jelajahi dan pilih. Semua yang udah disebutin tadi bisa kalian rasakan dengan membayar tiket masuk di Indocomtech 2019 sebesar Rp 25.000 untuk hari Rabu - Kamis dan Rp 30.000 untuk hari Jumat sampai Minggu. Untuk transaksi lebih dari Rp 500.000, kalian juga berkesempatan untuk ikut doorprize berhadiah 3 unit Samsung Galaxy A10 dan 1 unit laptop ASUS ROG Strix G G531 loh!

    Apakah gw berhasil untuk memilih untuk membeli antara laptop baru atau kamera baru di Indocomtech 2019? Semoga ya!


    Continue Reading

    Semenjak kuliah di tahun 2014 hingga sekarang, saya berdomisili di Serpong, Tangerang Selatan dan Jakarta. Dua kota yang boleh dikatakan transportasinya sudah sangat unggul dan memudahkan warganya untuk "commute" dengan aman dan nyaman.

    Sebagai pemilik KTP Kalimantan Timur dan hampir seumur hidupnya dihabiskan di provinsi dengan julukan "Bumi Mulawarman" ini, saya menyaksikan sendiri perkembangan provinsi saya dalam berbagai hal, terutama dalam hal konektivitasnya. 


    Halo! Saya Decky, putra daerah Kalimantan Timur

    Di Kalimantan Timur, saya tinggal dan dibesarkan di Tenggarong, ibukota kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam hal ini saya mendapatkan privilege karena sebagai ibukota kabupaten tentu saja kota saya bisa dibilang cukup unggul di bidang perhubungannya antara lain jalan sudah diaspal, tersedia lampu merah di simpangan yang sibuk, serta mobil motor yang lalu lalang dengan mudahnya. Tapi jika saya berkunjung di kota sekitar, tentu hal ini tak bisa saya jumpai. Banyak jalan yang rusak bahkan belum di aspal hingga berdebu saat siang hari yang terik serta becek dan licin saat hujan datang.  

    Setidaknya itu yang saya lihat dan rasakan sebelum saya pindah untuk berkuliah di tahun 2014.

    Walaupun begitu, setiap tahun ketika saya kembali pulang ke Kalimatan Timur, saya pun semakin menyadari bahwa ternyata pembangunan di Indonesia terutama di daerah saya sedang gencar dilakukan. Jujur, saya merasa bahwa daerah saya 'dianaktirikan' karena selama ini saya merasa pemerintah hanya mementingkan Jawa (Jawa-sentris). Semenjak tahun 2014 saya pun merasa ada angin segar kepada pemerataan pembangunan di daerah saya.

    Contoh yang paling jelas terlihat adalah dengan dilanjutkannya 'mega - pembangunan' provinsi yang sempat mangkrak sekian lama di berberapa pemerintahan sebelumnya, yakni pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda, yang bakan masuk menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) di Samarinda. 

    Dikutip dari kompas.com, Tol sepanjang 99,1 KM ini mulai dikerjakan pada tahun 2011 dan baru dilanjutkan lagi sekitar tahun 2015. Dengan dibangunnya Jalan Tol Balikpapan - Samarinda tentunya akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Tenggarong ke Balikpapan atau sebaliknya hanya sekitar 2-2,5 jam saja. Selama ini untuk menuju kota kelahiran saya di Tenggarong, saya harus melewati perjalanan darat selama kurang lebih 3,5-4 jam. Melelahkan? tentu saja. Saya pun berusaha untuk mendapatkan penerbangan di pagi hari dari Jakarta supaya tiba di rumah sebelum gelap. Belum lagi situasi sepanjang jalan yang cukup bikin was-was karena sering longsor khususnya di sepanjang jalan kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. 


    Pembangunan Tol Balikpapan - Samarinda
    Dok. http://bpjt.pu.go.id/

    'Mega - pembangunan' untuk bidang konektivitas satu lagi yang tentunya akan sangat membantu konektivitas dibidang transportasi udara adalah tuntasnya pembangunan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) di Samarinda setelah 32 tahun lamanya. Ya, wacana untuk membangun Bandar Udara ini sudah ada sejak tahun 1986 dan baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018 yang lalu. 



    Bandar Udara APT Pranoto (tampak depan)
    Dok. Pribadi
    Suasana Depan Terminal Bandar Udara APT Pranoto
    Dok. Pribadi


    Suasana di dalam Bandar Udara APT Pranoto
    Dok. Pribadi
    Pemandangan Kota Samarinda dari atas Pesawat
    Dok. Pribadi

    Bandar Udara yang memiliki nilai strategis ini tentunya membantu saya yang tinggal di Tenggarong dan kota sekitarnya untuk menghemat waktu dan bujet. Karena jarak Tenggarong ke Samarinda hanya butuh waktu sekitar 1 jam. Terlebih dengan dibukanya berberapa rute strategis seperti Samarinda - Jakarta, Samarinda - Surabaya, Samarinda - Makassar, Samarinda - Yogyakarta, dan lain sebagainya. 

    Dua 'mega - pembangunan' daerah yang menurut saya adalah bukti konkrit pemerintah yang sekarang untuk serius mewujudkan pemerataan pembangunan khususnya oleh Kementerian Perhubungan dibidang infrastruktur dan perhubungan yang tentu saja akan membuka peluang perekonomian daerah yang lebih maju dan lebih merata. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, "Bagaimana kita membuat Indonesia lebih punya daya saing, dengan memberdayakan konektivitas yang ada dengan menciptakan kegiatan-kegiatan ekonomi. Dengan suatu dukungan produktivitas tersebut, menjadi mudah bagi kita membuat suatu daya saing yang lebih hebat". (dikutip dari dephub.go.id).

    Semoga dengan pembangunan infrastruktur yang masif di berbagai daerah di Indonesia dapat mewujudkan Indonesia - sentris dan memberikan manfaat bagi pemerataan pembangunan dan ekonomi daerah - daerah di Indonesia, terutama Kalimantan Timur sebagai calon Ibukota Negara Indonesia yang baru.

    Transportasi Unggul, Kalimantan Timur Maju, Indonesia Maju.


    Continue Reading

    Panasnya Singapura menjadi adem ketika kita menginjakan kaki di Taman Kota Fort Canning Park atau yang juga dikenal sebagai Bukit Larangan.

    Perjalanan selanjutnya adalah menuju Fort Canning Park. Dari KBRI Singapura kita berjalan kaki menuju halte Bef Zion Full Gospel Church menaiki bus nomor 54 tujuan Spooner Rd dan berhenti di halte Opp Clark Quay. Seperti biasa bayarnya tinggal tap pakai kartu debit Jenius :D Tarifnya masih sama dan diakumulasi di hari berikutnya.


    Rute Bus dari KBRI Singapura ke Fort Canning Park

    Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang dari 40 menit, sampai di depan halte Opp Clarke Quay dari sana kita berjalan kaki sedikit untuk tiba di Fort Canning Park, kita amaze banget sama view di sini dan norak gitu naik eskalator outdoor wkwk Ohiya masuk ke area Fort Canning Park ini gratis ya tanpa dipungut biaya, kecuali masuk di area tertentu di dalamnya yang berbayar.






    Jadi ternyata kita datang dari sisi selatan dari Fort Canning Park yang berdekatan dengan Jubille Playground. Setelah dapat informasi, ternyata di dalam taman ini terdapat benteng (Fort Canning) yang pernah menjadi saksi bisu cikal bakal Singapura. Dahulu bernama Bukit Larangan, tapi pada 1861 berubah menjadi Fort Canning untuk menghormati Gubernur Jendral Hindia saat itu, Lord Charles John Canning. Untuk mencapai Fort Caningnya kita harus menaiki lebih banyak anak tangga (untungnya tersedia eskalator) haha Diperjalanan kami pun melihat kolam air mancur yang calming banget.


    Ini salah satu view dari Fort Canning Park 

    Kolam Air Mancur di atas sebelum menuju The Gate of Fort Canning
    Bagian eskalator yang punya kanopi



    Setelah sampai di paling atas eskalator, belok ke kiri untuk menuju The Gate of Fort Canning. Jalan lurus saja sampai melihat gerbangnya. Btw pemandangan dari atas sini reminds me a lot sama pemandangan di atas Waduk Panji Sukarame di Tenggarong. Beneran deh mirip banget :") Banyak pepohonan yang katanya juga berasal dari Indonesia seperti pohon beringin, pohon kapuk randu, pohon kayu putih dan masih banyak lagi.


    Fix sih pemandangan ini mirip banget sama yang di Kalimantan :(
    Sesampainya di sana kita pun amaze banget ternyata cagar budaya seperti ini masih sangat terawat dan terjaga. Terdapat juga tangga naik kebagian atas yang masih berfungsi. Tangganya sangat menanjak dan sempit untuk mempersulit musuh naik ke atas. Tak lupa kita juga foto-foto di bagian atasnya ini hehe

    Di depan the famous Gate of Fort Canning

    Ini dibagian atas Fort Canning ya

    Puas berkeliling kami pun ngecek instagram ternyata ada satu sudut Fort Canning yang layak diabadikan menjadi foto yang instagramable. Sudah berkeliling tapi kok susah banget nemuin ini tempatnya. Sudah hampir mau menyerah eh akhirnya ketemu! Plot twistnya adalah.. ini tempat saking terkenalnya mau foto di sana aja antri panjang :(

    Ini dia spot foto paling hits dan hype!

    Foto di sini butuh perjuangan, jadi cukup di foto aja :(

    Ini antriannya buat foto di atas, gila banget hypenya :(
    Akhirnya kita pun mengurungkan niat untuk main ke sini, perjalanan kita lanjutkan dengan mengunjungi satu spot bangunan yang catchy karena di cat warna warni namanya Old Hill Street Police Station. Ini kita tempuh dengan memutar area Fort Canning Park, ini sumpah panas banget dan kita belum ada minum karena mau beli di area dalam tadi mahal banget (iya, ada semacam bazaar makanan gitu tapi pricey banget) trus kita beli minumnya di 7 Eleven terdekat. 

    Btw, ternyata Old Hill Street Police Station ini letaknya tidak jauh dari halte Opp Clark Quay tadi! Coba tahu kita ke sini dulu baru ke Fort Canningnya ya huft :( 

    Sumpah ini panas banget, terik gitu jadinya ga keliatan warnanya huhu 

    Di perjalanan ketemu ini cute banget sih
    Sehabis itu kita pun memutuskan untuk makan di dekat stasiun MRT Eunos karena katanya ada chinese food halal yang menyajikan Ba Kut Teh halal gengs. Setelah sampai di sana ternyata kedainya tutup karena.... hari itu adalah Ied Adha jadi kedai muslim banyak yang tutup :( Jadi gw pun memutuskan untuk makan Vegetarian Mie Rebus waktu itu. Rasanya cukup enak dengan rasa angsiu yang cukup kuat dengan potongan topping kulit tahu dan tauge. Kalau yang jual melayu biasanya tidak pakai angsiu dan cenderung seperti kari. Ini halal yang gengs btw.


    Ini dia mie rebusnya

    Setelah kenyang dan berusaha tidak kecewa karena Ba Kut Teh halalnya tutup, kita pun melanjutkan perjalanan ke bandara menjemput Hairi dan Imam. Ada insiden Imam hampir ketinggalan pesawat karena tidak mendengar pengumuman haha kita muterin jewel airport sebentar lalu bergegas kembali ke hotel dan makan di sekitaran Bugis.



    KFC for dinner mlem ini, ini kenyang banget sumpah


    Budgeting :




    Next Postingan -> PENGALAMAN KE UNIVERSAL STUDIOS GRATIS! + VIVO CITY
    Continue Reading
    Travelling has become my passion since my exchange year in the US in 2013.




    (me in NYC 2013)


    It has taught me a lot about how to survive abroad. Speaking of personal travelling experience, I've been travelling to 8 countries including the US, England, UAE, Japan, South Korea, Thailand, Malaysia, and Singapore.

    Most of my content on Instagram and blog are about travelling makes demands are coming from my friends and relatives, they started to ask me for travel tips, how to do travel savings, how to find promo for airfare tickets, things to do in the specific country and many more. I have created a couple of open trips to Penang, Kuala Lumpur, Malaysia and Singapore.

    Also, I have arranged many different kinds of trips such a new year celebration, medical tourism, honeymoon, backpacker, and so on.

    My travel goals for this year is: explore ASEAN.
    Continue Reading

    Bertemu dengan sesama orang Indonesia di perantauan mengingatkan gw sama momen pengalaman pertukaran pelajar saat di Amerika. Tapi bedanya gw ga sempet ikut sholat ied selama di sana :(

    Malam sebelumnya baru tiba di hostel pukul 21.00 dan ada drama gak ada petugas resepsionisnya wkwk ternyata kunci diitaruh di dekat box yang mirip box surat gitu dan tertera nama dan nomor kamar kita di sana. 

    Memasuki hari kedua di Singapura, hari ini bangun pagi untuk mengejar pengalaman yang jarang banget orang dapetin yakni kesempatan buat sholat Ied Adha di KBRI Singapura. Dari hostel yang ada di kawasan Haji Lane, kita naik bus dari Parkview Street menumpang bus nomor 7 arah Clementi dan berhenti di Grange Residences. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki 12 menit-an. Total perjalanan ditempuh kurang dari 1 jam.

    *Tips : Jangan ragu buat bertanya yah buat konfirmasi ulang kepada drivernya, tarifnya sekitar $ 0.90 dan kami menggunakan Jenius bayarnya jadi di rapel gitu laporannya di hari berikutnya.

    Ini rute yang lebih jelas via Google Maps

    Sesampainya di halte Grange Residences, kita harus berjalan kaki lagi dan untungnya cuacanya adem dan tidak banyak kendaraan berlalu lalang. Perjalanan juga dimudahkan karena kita melihat banyak rombongan orang mau sholat Ied lainnya untuk memastikan kita tidak nyasar hehe 


    Ini perjalanan menuju KBRI melewati komplek perumahan gitu 

    KBRI Singapura tampak depan, bangunannya cukup besar ternyata

    Kita sampai pas banget sebelum jam 7 pagi karena orang-orang masih banyak yang belum datang dan masih bersiap-siap. Awalnya sih bingung masuk lewat mana dan sholat dibagian mana, akhirnya cuma ngikutin orang-orang aja haha Masuk ke area KBRI ternyata punya halaman cukup luas di dalamnya, dan ada area masjid yang pada saat sholat Ied diperuntukan untuk jamaah laki-laki.

    Merasa cukup sedih pas liat diaspora Indonesia ini sholat Ied jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Sebagai anak rantau juga ya gw pun ikut kebawa suasana ya. Gw melihat banyak rupa ragam diaspora Indoensia di sini, ada yang mahasiswa, ada pekerja, ada juga yang memboyong keluarganya.  Sholat Ied dimulai sekitar pukul 7 pagi dan ternyata di imami oleh ustad besar dari Indonesia yang sudah lama tinggal di Singapura. 




    Jamaah perempuan yang sholatnya di halaman KBRI Singapura



    Waktu gw baru dateng jadi di dalam masjid masih sepi


    Selesai sholat Ied, kami pun bergegas keluar. Eh alhamdulillah ternyata dapet besek yang isinya berbagai jajanan ada roti isi daging sama kue roll pandan gitu. Dapet minum tapi terpisah ambil sendiri. Biar gak terlalu kangen kali ya jadi budaya dapat makan setelah sholat Ied pun masih ada :") Setelah itu kita pun istirahat sejenak sambil makan besek sebelum melanjutkan perjalanan.

    Gw lupa foto, untungnya Naura masih ada nyimpen ini wkwk

    Buat budgeting hari ini gw rangkum di postingan selanjutnya ya :D


    Next postingan -> Fort Canning Park Singapura
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Siapa sih Decky?

    Photo Profile
    Decky Tri Isdian Novianoor Travel Planner

    From Indonesia to the world. Ready to explore bareng Decky? Read More

    Total Pageviews

    Labels

    #AkudanKorea #BijakBerplastik #BookingLokal #ceritalivina #Event #experience #FactoryOutletJakarta #Filipina #GampangKan #itinerary #KeKoreaAja #KembaliKeAncol #Kemenhub #korea #KTO_id #lanteh #Mangga2SquarePusatFO #menologybyzap #philippines #ReviewDecky #ScarlettWhitening #Singapore #Staycationbarengdecky #TransmateJourney #travel #travelsafe #WKS2021 #worldfluday

    recent posts

    Featured Post

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia

    Low Reading Interest of Children & Teenagers and Library Availability in Indonesia Hello, my name is Decky Tri Isdian Novianoor, I...

    Blog Archive

    • June 2026 (1)
    • April 2026 (1)
    • March 2026 (2)
    • December 2025 (1)
    • October 2025 (1)
    • August 2025 (1)
    • May 2025 (1)
    • March 2025 (1)
    • January 2025 (1)
    • December 2024 (1)
    • September 2024 (1)
    • August 2024 (2)
    • April 2024 (1)
    • April 2023 (1)
    • March 2023 (2)
    • February 2023 (1)
    • January 2023 (1)
    • September 2022 (2)
    • August 2022 (2)
    • June 2022 (2)
    • May 2022 (1)
    • March 2022 (1)
    • February 2022 (1)
    • November 2021 (3)
    • October 2021 (1)
    • September 2021 (6)
    • August 2021 (2)
    • July 2021 (4)
    • June 2021 (3)
    • May 2021 (2)
    • April 2021 (3)
    • March 2021 (4)
    • November 2020 (1)
    • August 2020 (2)
    • July 2020 (1)
    • June 2020 (3)
    • December 2019 (1)
    • November 2019 (5)
    • October 2019 (2)
    • September 2019 (2)
    • August 2019 (3)
    • July 2019 (1)
    • October 2015 (2)
    • November 2013 (1)
    • March 2013 (4)
    • December 2012 (1)
    FOLLOW ME @INSTAGRAM

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top